Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
ARSENAL akan menghadapi Paris Saint-Germain pada laga kedua mereka di ajang International Champions Cup 2018, yang berlangsung di Stadion Nasional Singapura, Sabtu (28/7) malam. Laga ini juga memiliki arti tersendiri bagi pelatih anyar Meriam London, Unai Emery.
Pasalnya, sang rival merupakan mantan tim yang ia latih selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan hijrah ke London. Ajang reuni antara Emery dan mantan klub tersebut akan menjadi pertaruhan gengsi bagi pelatih berusia 46 tahun itu.
Emery memulai laga debutnya bersama Meriam London dengan manis. Di bawah arahannya, Meriam London sukses mengungguli Boreham Wood 8-0 di laga persahabatan, 15 Juli lalu.
Sayangnya, tren positif Meriam London tak berlanjut di ICC 2018. Pada laga perdana, mereka kalah dalam drama penalti 1-3 atas Atletico Madrid pada dua hari yang lalu.
Karena itu, Emery masih membutuhkan pengakuan layak memimpin Meriam London sebagai suksesor pelatih legendaris Arsene Wenger. Keberhasilan di PSG belum tentu ia dapatkan dalam tim yang sudah terbiasa berada di bawah arahan Wenger dalam 22 tahun terakhir itu.
Emery pun tak akan setengah-setengah dalam membuktikan hal itu. Meskipun laga kali ini hanyalah bersifat uji coba, Emery tetap fokus membenahi timnya menjelang perang sesungguhnya di Liga Primer Inggris.
"Bagi kami, laga ini adalah bagian dari persiapan tim, ini adalah pertandingan yang berbeda, tetapi kami tidak mengubah fokus kami untuk memastikan semua pemain siap dalam bekerja sesuai taktik. Kami ingin mempersiapkan diri agar lebih baik lagi ketika sudah berlaga di Liga Primer," ujar Emery.
Menanggapi lawannya yang merupakan mantan tim, Emery mengaku sangat bersemangat karena akan bertemu banyak rekannya dari PSG. Meskipun tak bisa melanjutkan kerja sama di musim ketiga, Emery tetap menghormati tim yang sudah mendepaknya dari klub tersebut.
"Saya tetap berterima kasih kepada PSG, saya memiliki pengalaman yang bagus di sana dan ini merupakan pengalaman indah bagi karir saya. Sekarang saya akan bermain melawan mereka, klub besar dengan banyak pemain hebat," tuturnya.
Di sisi lain, laga kontra Arsenal juga menjadi ajang refleksi bagi PSG di bawah asuhan Thomas Tuchel. Hasil yang mereka dapatkan saat bersua tim Meriam London akan menjadi tolok ukur suksesor Emery di PSG tersebut untuk menentukan skuat terbaik jelang kompetisi musim ini.
Sayangnya saat berhadapan dengan Meriam London, Tuchel belum bisa memainkan Layvin Kurzawa, Dani Alves, Marco Verratti, Edinson Cavani dan Jean Bahebeck yang masih dibekap cedera.
"Sejujurnya saya membuat keputusan [pergi ke PSG] sebelum Arsene Wenger mundur. Saya sama sekali tak pernah dihubungi dan saya membuat keputusan ke Paris sebelum Wenger," ungkap Tuchel.
"Saya tak tahu apakah saya ditakdirkan menjadi penerusnya atau tidak. Saya tidak memikirkan tentang hal tersebut karena memang tidak ada pertanyaan tentang situasi yang saya alam," pungkasnya.(Goal/OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved