Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Kematian Mahasiswa saat Berdemonstrasi di Yogyakarta masih Gelap

Ardi Teristi Hardi
31/8/2025 21:33
Kematian Mahasiswa saat Berdemonstrasi di Yogyakarta masih Gelap
Doa bersama untuk mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta yang tewas saat berdemo, Minggu (31/8/2025).(Dok Humas UMY)

SEORANG Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, 21, meninggal dunia saat aksi demonstrasi di Mapolda DI Yogyakarta, Minggu (31/5).

Kematian Rheza yang tubuhnya mengalami banyak luka hingga saat ini masih gelap. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Amikom Yogyakarta, Achmad Fauzi, mengatakan pihak Universitas Amikom Yogyakarta berduka atas meninggalnya Rheza.

Ia mengaku belum memperoleh keterangan lengkap terkait kematian Rheza. Kampus masih menunggu informasi resmi dari kepolisian terkait kronologi kejadian.

“Itu tidak dalam pantauan kami karena tidak tahu persis kejadiannya," kata dia.

Ia mengaku, informasi Kematian Almarhum baru diterima siang tadi, Minggu (31/8) tadi dari pers mahasiswa.. Dari pihak kepolisian juga belum memberi keterangan.

"Kami (saat ini) fokus mendampingi almarhum dulu, mulai dari rumah sakit hingga ke rumah duka,” ungkap dia.

Ia pun berharap, pihak kepolisian bisa memberikan informasi tentang kejadian yang sebenarnya serta bisa berkoordinasi dengan kampus.

Pada Minggu malam (31/8), ketika mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menggelar aksi solidaritas bagi dua korban demonstrasi, yaitu almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, serta Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Amikom.

Dalam orasi singkatnya, Gubernur BEM Fisipol UMY, Raden Ambawa Arya Wibisana, menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga pernyataan sikap terhadap kondisi sosial-politik nasional yang dinilai semakin rapuh.

“Di tengah lanskap politik yang kian rapuh, rakyat Indonesia kini menghadapi ketimpangan sosial dan ekonomi yang menambah penderitaan. Alih-alih melahirkan kebijakan pro-rakyat, justru kita dihadapkan pada kebijakan yang menekan,” tegas Arya.

Nyawa manusia, kata Arya, tidak bisa digantikan dengan apapun. Doa bersama ini menjadi penghormatan terbaik kepada kawan-kawan yang gugur memperjuangkan keadilan.

Kepala Direktorat Kemahasiswaan dan Karir UMY, Sugito, menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa. Namun, ia mengingatkan agar perjuangan dilakukan dengan penuh kehati-hatian, mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Ia juga menekankan agar mahasiswa berhati-hati dalam beraktivitas, baik di dalam maupun di luar kampus. (AT/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya