Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BENCANA banjir yang melanda beberapa wilayah kecamatan dan desa di
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi topik pembahasan dalam rapat
koordinasi jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) di Pendapa
Kabupaten, Senin (21/11).
Banjir beberapa hari lalu itu akibat luapan dari arus sungai. Ini terjadi setelah turun hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama. Banjir menggenangi permukiman penduduk, sekolah, dan
lahan persawahan.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Klaten melaporkan, bahwa
banjir yang terjadi pada 14 dan 15 November 2022 merendam 578 hektare
tanaman padi mulai dari persemaian sampai siap panen. Kondisi saat ini
sudah mulai surut.
Namun, sekarang ini masih ada tanaman padi persemaian 20 hektare yang
terdampak banjir, yakni di Kecamatan Wedi. Pun di Kecamatan Cawas, ada
74 hektare yang terendam. Sedangkan di Kecamatan Trucuk dan Bayat dalam
proses pengecekan.
Kemudian, banjir pada 19 November 2022 terjadi di Kecamatan Juwiring dan Wonosari.
Kepala DKPP Klaten Widiyanti mengatakan genangan banjir sudah
surut. Saat ini, DKPP Klaten ke lapangan untuk pengecekan tanaman yang
terkena banjir.
Daerah prioritas
Sekretaris Daerah Jajang Prihono saat ditemui Media Indonesia seusai
memimpin rapat koordinasi jajaran OPD Kabupaten Klaten mengatakan, bahwa beberapa wilayah kecamatan dan desa terdampak banjir mendapat prioritas penanganan darurat.
Selain itu, Pemkab Klaten juga memikirkan dampak banjir yang dialami
para petani akibat tanaman padi yang rusak atau bahkan mati akibat
terendam banjir. Ini untuk membantu meringankan petani termasuk warga
lainnya yang terdampak banjir.
Menurut Jajang, Pemkab Klaten pascabanjir ini juga memberikan perhatian
terhadap kesehatan warga masyarakat. Apalagi, serangan penyakit DBD
(demam berdarah dengue) meningkat. Tahun ini, ada 486 kasus DBD dan 23
orang meninggal.
"Untuk penanganan darurat pascabanjir, Pemkab Klaten akan memanfaatkan
potensi sumber daya yang ada, baik dana maupun sarana dan prasarana.
Sehingga, masyarakat di daerah aliran sungai yang terdampak banjir bisa
terbantu," ujarnya.
Wilayah yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Gantiwarno, Bayat, Cawas, Trucuk, Wedi, Juwiring, dan Wonosari. Banjir terjadi akibat luapan arus sungai setelah turun hujan dengan intensitas tinggi dan dalam durasi yang cukup lama.
Banjir di beberapa wilayah kecamatan itu terjadi disebabkan arus sungai
yang bermuara di Sungai Bengawan Solo, terutama Sungai Dengkeng,
tersendat karena arus air di Bengawan Solo tinggi. Sehingga, arus sungai ordo satu itu balik lagi.
"Sungai Dengkeng meluap karena arus terhambat masuk Sungai Bengawan
Solo. Ini salah satu penyebab Sungai Dengkeng meluap dan tanggul jebol.
Selain itu, banyak sumbatan sampah dan rumpun bambu di aliran sungai
tersebut," pungkas Jajang. (N-2)
Akibat pencurian tersebut, korban yang bernama Sabiyem (80), petani di Desa Borongan, mengalami kerugian sekitar Rp40 juta.
Terkait tanggul yang jebol, pemerintah daerah akan melibatkan sektor swasta untuk percepatan perbaikan.
Curah hujan tinggi pada Selasa (3/3) menyebabkan Sungai Dengkeng meluap.
Polres Klaten berhasil membongkar pencetak dan pengedar uang palsu pecahan Rp100.000, serta menangkap empat orang tersangka. Barang bukti uang palsu yang diamankan sebanyak 3.556 lembar.
Penyaluran beras SPHP ke Pasar Gedhe Klaten, dilakukan dua kali pengiriman. Pertama, pada Senin (23/2) 2.700 ton, dan penyaluran kedua, Jumat (27/2), sejumlah 2.000 ton.
Tujuannya memberi kesempatan kepada masyarakat pengguna layanan menyampaikan usulan, masukan, dan saran kepada penyelenggara pelayanan terkait dengan pelayanan yang diterima.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved