Kamis 29 Oktober 2020, 09:45 WIB

Meski Pandemi, Pelindo IV Tetap Penuhi Kebutuhan KTI

Lina Herlina | Nusantara
Meski Pandemi, Pelindo IV Tetap Penuhi Kebutuhan KTI

Ist
Kapal muatan berlabuh di Pelabuhan Pantoloan, Sulawesi Tengah.

 

PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) selalu berupaya menjaga ketersediaan logistik barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI), termasuk di masa pandemi covid-19.

Direktur Utama PT Pelindo IV Prasetyadi mengatakan BUMN yang bergerak di bidang jasa kepelabuhanan itu tidak berhenti melakukan pelayanan, terutama operasional kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan.

"Pelindo IV selalu menjaga distribusi logistik dengan memberikan  pelayanan selama 7 hari dalam seminggu dan 1 x 24 jam. Bahkan di masa
pandemi ini, pelayanan operasional kami tidak berubah meskipun harus menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan covid-19, utamanya bagi para pegawai yang bekerja di lapangan," urai Prasetyadi.

Baca juga: TMM  Ground Breaking Pembangunan Smelter Nikel di KEK Palu

Dia juga menyebutkan, selain tetap menjaga ketersediaan logistik untuk domestik, pihaknya juga tetap berusaha memenuhi kebutuhan barang untuk warga dunia melalui direct export yang tentunya juga berimbas pada perputaran ekonomi masyarakat.

Seperti upaya direct export yang dilakukan PT Pelindo IV Cabang Pantoloan pada medio September 2020 lalu. Cabang Perseroan yang  berlokasi di Provinsi Sulawesi Tengah itu melakukan launching direct export perdana sebanyak 12 kontainer berisi kelapa biji dan kayu olahan untuk dikirim ke beberapa negara di Asia dari Pelabuhan Pantoloan.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Cabang Pantoloan Nengah Suryana Jendra mengatakan direct export yang dilakukan pihaknya saat itu merupakan sinergi antara Pelindo IV dengan Pemprov Sulteng, eksportir dan perusahaan pelayaran asal Korea Selatan, Sinokor Merchant Marine Co, Ltd.

Menurut dia, sebenarnya sudah lama komoditas asal Sulteng merambah pasar global seperti cokelat, rotan, jagung, arang, kayu olahan dan kelapa biji. Hanya saja, selama ini, komoditas tersebut berasal dari Surabaya dan Jakarta karena dikirim ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Perak dan Tanjung Priok, Jakarta, sehingga tidak ada data ekspor yang tercatat Pemprov Sulteng karena semuanya terdata di Surabaya dan Jakarta.

"Padahal komoditasnya dari Sulteng," ucap Nengah.

Dengan direct export yang dilakukan Pelindo IV dari Pantoloan, lanjut dia, komoditas yang akan dikirim ke luar negeri langsung dimasukkan ke dalam kontainer ekspor, sehingga tidak akan terjadi double handling dan barang yang dikirim akan diterima buyer dalam kondisi masih bagus dan juga terjadi efisiensi waktu jika langsung menggunakan peti kemas ekspor dari Pantoloan.

"Penurunan biayanya lumayan besar, antara 25% hingga 30% sebab tidak ada lagi double handling dan biaya relokasi peti kemas," sebut Nengah dalam keterangan tertulis. (OL-1)

Baca Juga

DOK MI

KPU DIY Pastikan Petugas KPPS Bebas dari Covid-19

👤Widhoroso 🕔Sabtu 28 November 2020, 23:25 WIB
KPU DIY memastikan seluruh anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas pada pilkada bebas daru infeksi...
dok.MI

Tingkat Kesembuhan Covid di Padang Capai 89,9%

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 28 November 2020, 20:45 WIB
DINAS Kesehatan Kota Padang mencatat tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Padang mencapai...
MI/Wdjajadi

Tidak Berizin, Baliho Rizieq Syihab di Bangkalan Diturunkan

👤Muhamad Ghazi 🕔Sabtu 28 November 2020, 18:16 WIB
Penurunan dilakukan karena baliho dan spanduk tersebut tidak berizin dan sebagian terpasang di daerah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya