Selasa 03 Desember 2019, 12:58 WIB

Ekspor Lada di Bangka Belitung Jangan Dibatasi

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Ekspor Lada di Bangka Belitung Jangan Dibatasi

Antara
Produksi lada di Bangka Belitung terus menurun

 

UNTUK memperbaiki tata kelola lada sehingga harga lada bisa naik dan menyejahterakan petani, Pemprov Bangka Beliting menetapkan ekspor lada di dua tempat, yakni Bangka dan Belitung. Bambang selaku eksportir lada di Pulau Belitung mengaku keberatan karena di Belitung tidak ada kapal yang bisa langsung mengekspor lada ke luar negeri. Pasalnya jika harus ekspor lada melalui Bangka harus menggunakan kapal besar. Sedangkan menggunakan kapal kecil, ongkosnya lebih kecil.

"Kita eksportir tidak mau ambil resiko rugi, mana ada asuransinya kalau kapal kecil. Kalau harus ekspor ke Bangka dulu mendingan saya tutup usaha tidak usah ekspor lagi," kata Bambang saat rapat dengar pendapat dengan DPRD Bangka Belitung, Selasa (3/12/2019).

Ia menambahkan kontainer untuk ekspor lada melalui Bangka tidak ada yang berukuran 40 fit dan memakan waktu 50 hari hingga 60 hari perjalanan ke luar negeri.

"Di Bangka tidak ada kontainer yang ukuran 40 fit, dan tidak ada kontainer yang memiliki lubang sirkulasi angin. Jka pengiriman keluar negeri memakan waktu 60 hari. Kita takut lada kita rusak, jika rusak kita akan didenda para buyer," terangnya.

Ia mengaku Pemprov Babel tidak bisa melarang ekspor, karena provinsi penghasil lada bukan hanya Babel. Masih ada provinsi-provinsi lainya seperti Lampung, Makassar dan Kalimantan dikenal sebagai produsen lada.

"Bisa saja kita tidak ekspor lagi, dan berhenti membeli lada petani, tapi kasihan petani," ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya meminta Pemprov Babel jangan melarang ekspor lada.

"Jangan dilarang lah. Apakah BUMD atau Pemprov Babel punya uang untuk beli lada petani, kalau ada silahkan. Tapi kalau tidak, kasihan petani di tengah ekonomi yang menurun ini," kata Didit dengan nada meninggi.

Ia menjelaskan Presiden Joko Widodo sudah berpesan agar pemerintah daerah tidak menghalang-halangi ekspor.

baca juga: Ditemukan Jejak Harimau di Perbatasan Pekanbaru-Kampar

"Daripada disentil presiden, mendingan kita sentil dulu. Jadi tolong jangan ada larangan ekspor," tegasnya.

Kepala seksi pembendaharaan Bea Cukai Pangkalpinang, Ahmad Robani mengatakan ekspor lada Babel tahun 2017 hanya 2.935 ton. Kemudian pada 2018 sebanyak 2.809 ton. Sedangkan 2019 hingga Juni mencapai 2.300 ton.(OL-3)

 

 

Baca Juga

DOK MI

Pendukung Calon Bupati Tawuran, Polisi Tangkap 13 Orang

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 28 November 2020, 18:02 WIB
Saat ini para pelaku ditahan  untuk proses hukum selanjutnya. Barang bukti lainnya yang turut diamankan yakni satu unit mobil pick up,...
ANTARA

Kapolda Sulteng: Tidak ada Gereja yang Dibakar Lembantongoa

👤M Taufan SP Bustan 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:54 WIB
Satuan Tugas Operasi Tinombala telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan perburuan para pelaku yang diduga merupakan...
ANTARA

Tokoh Agama Minta jangan Terprovokasi Aksi Teror di Sigi

👤M Taufan SP Bustan 🕔Sabtu 28 November 2020, 17:34 WIB
Satgas Tinombala dituntut untuk lebih bekerja keras memberantas kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang meresahkana...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya