Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 150 guru PKN (Pendidikan Kewarganegaraan) di Karawang, Jawa Barat mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kenegaraan. Mereka pun diminta untuk mengajarkan secara fundamental Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika kepada muridnya.
Acara yang digelar oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustopa tersebut, menghadirkan pemateri Fauzan Ali Rasyid, Dekan Fakultas Syariah dan Hukun (FSH) UIN SGD Bandung.
"Kami hanya ingin memberikan pemahaman, harus ada metode yang jauh mengikuti zaman dalam mengajarkan empat pilar ini kepada murid-murid. Sehingga hal tersebut bisa diikuti oleh para murid saat ini," kata Fauzan kepada Media Indonesia usai memberikan materi di Karawang, Minggu (1/12/2019).
Fauzan mengakui saat ini banyak sekali genarasi penerus yang tidak mengamalkan nilai-nilai dari Pancasila. Pasalnya, pengajaran Pancasila saat ini dinilainya tidak mengikuti zaman di sekolah.
"Tadi ada ide-ide bagus. Para guru ingin melakukan melalui film-film pendek untuk mengajarkan murid. Lalu mereka juga meminta supaya ada lomba-lomba yang membangkitkan kembali nilai-nilai pancasila kepada murid-murid,"katanya.
Dijelaskan Fauzan, Pancasila sebagai nilai jati diri bangsa, budaya dan agama harus bisa diterapkan di tatanan sosial masyarakat. Sebab, Pancasila merupakan ideologi bangsa yang kuat, di tengah kebinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sementara itu Saan Mustopa mengatakan, fenomena saat ini menunjukkan bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terutama kemerosotan akhlak dan degradasi wawasan kebangsaan.
"Seperti tercermin dalam perilaku yang lebih mengedepankan nilai-nilai individualisme, pragmatisme dan liberalisme. Hal ini menggerus nilai-nilai gotong-royong, musyawarah mufakat, toleransi, persatuan dan kesatuan. Jadi harus ada perubahan mulai dari lapisan paling bawah," katanya.
baca juga: Mendagri Cek Persiapan PON XX di Papua
Di tempat sama, Kepala SMAN 1 Pedes, Jaji Hanuji Kartaatmaja menjelaskan, sosialisasi ini akan diterapkan kepada siswanya, juga akan menindaklanjuti beberapa gagasan untuk mengajarkan nilai Pancasila lebih variatif melalui cerdas cermat dan film pendek.
"Kita akan terus melakukan penguatan nilai Pancasila kepada siswa," ujarnya. (OL-3)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved