Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Depati Amir Pangkalpinang menyebutkan lama musim kemarau di Provinsi Bangka Belitung (Babel) tahun ini sama seperti tahun lalu yakni 5 bulan.
"Kemarau kita sama seperti tahun lalu, yaitu Juni hingga Oktober dengan puncak musim kemarau terjadi pada dasarian III sampai dengan Agustus Dasarian II," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Kelas 1 Pangkalpinang, Kurniaji Selasa (2/7).
Adapun suhu udara di Provinsi Bangka Belitung di kisaran 33 hingga 34 derajat Celcius. Kurniaji belum bisa memastikan apakah adanya efek El Nino berdampak pada lamanya musim kemarau. Pasalnya, belum diketahui level El Nino yang akan melanda Indonesia pada musim kemarau ini.
"Levelnya lemah, sedang atau kuat belum bisa diprediksikan," lanjutnya.
baca juga: Wali Kota Gorontalo Serahkan LHKPN
"Untuk suhu panas terpantau wilayah Pangkalpinang 33 derajat Celcius dan di Tanjung Pandan Belitung 34 derajat Celcius. Sedangkan untuk daerah lainya tidak jauh berbeda dengan Belitung dan Paangkalpinang," lanjutnya.
Suhu yang begitu panas di musim kemarau ini, lanjutnya sangat rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan untuk itu masyarakat harus waspada.(OL-3)
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved