Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
LANTARAN tak memiliki lahan sendiri, Petani di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau melakukan penanaman tumpang sari berupa menanam semangka di lahan sawit.
"Selama ini kita numpang karena tak ada lahan sendiri, yang punya tanah orang. Ini saling menguntungkan karena bisa sekalian bersihkan rumput meski pupuk semangka ada juga yang termakan sama sawit," kata petani semangka di Kampung Dayun, Iwan Tarigan di Siak, Minggu (7/4).
Dia fokus sebagai petani semangka sejak lima tahun terakhir. Sebelumnya dia juga menanam palawija seperti cabai, sayur-sayuran, dan terong. Iwan tidak berkebun sawit karena itu membutuhkan lahan yang luas, lagi pula dirinya tak ada modal untuk itu. Untuk dua hektare lahan saja, jumlah minimal untuk berkebun sawit, modalnya bisa sampai Rp200 juta.
"Itu kan berat, kalau semangka bisa dengan modal kecil-kecilan dan numpang di lahan orang. Untuk beli pupuk bisa juga ngutang," imbuhnya.
Saat ini, lahan yang ditanami semangka ada sekitar enam hektare yang sudah ditumbuhi kelapa sawit.
"Jika dihitung dengan besar lahan yang terpakai untuk semangka, ada sekitar empat hektare dan bisa dipanen sekali dalam 2,5 bulan," tutur Iwan.
Baca juga: Memasuki Musim Hujan, Petani Semangka Madu di Pidie Resah
Dalam satu hektare lahan, dirinya bisa memanen secara normal adalah sebanyak 18 ton. Sedangkan harga rata-rata saat ini untuk semangka sekitar Rp2.700 per kilogram.
"Untungnya satu banding satu dengan modal," tuturnya.
Semangka tersebut dijual ke sejumlah tempat seperti Pekanbaru, Kerinci, Palembang, Lampung, bahkan hingga sampai ke Pulau Jawa. Biasanya ada yang menampung semangka tersebut, tergantung kecocokan harga. Pada 2017, ada alokasi dana desa di Kampung Dayun yang programnya One Village One Product atau satu desa satu produk.
Dari situlah dipilih semangka sebagai produk desa, dan kemudian dibuat program Sekolah Lapangan Semangka dengan Iwan Tarigan sebagai pembimbing. Iwan berharap meski bertanam di atas lahan kelapa sawit, petani semangka dan pemilik lahan bisa hidup berdampingan dan saling menguntungkan.(OL-5)
Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat upaya swasembada gula nasional melalui penguatan pengembangan tebu rakyat.
Peran BPDP tidak hanya terbatas pada pengelolaan dana, tetapi juga mencakup investasi pada pembangunan pengetahuan masyarakat.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan mengakui masih kurangnya pengawasan terhadap aktivitas industri ekstraktif pertambangan dan perkebunan.
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved