Headline

Istana minta Polri jaga situasi kondusif.

Produksi Sapi di Kulom Progo Tidak Mencukupi Kebutuhan Kurban

Antara
04/8/2018 11:21
Produksi Sapi di Kulom Progo Tidak Mencukupi Kebutuhan Kurban
(MI/BARY FATHAHILAH)

TIDAK meningkatnya populasi menjadi penyebab jumlah sapi di Kulon Progo tidak mencukupi kebutuhan kurban pada Idul Adha 2018.

"Melihat populasi sapi saat ini, kami pastikan produksi sapi di Kulon Progo tidak mampu memenuhi permintaan sapi kurban," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Nur Syamsu Hidayat di Kulon Progo, Sabtu (4/8).

Hal itu lantaran, peternak lebih senang menjual sapi saat masih pedet dan siap kawin ke daerah lain. Sementara mereka memilih untuk melakukan pembesaran, bukan mengembangkan. Selain itu, banyak sapi luar yang masuk ke Kulon Progo, seperti dari Boyolali, Kebumen, dan Purworejo, serta Gunung Kidul.

"Kami tidak bisa melarang mereka untuk tidak menjual sapi. Selain itu, sirkulasi penjualan sapi sangat cepat, khususnya di Pasar Hewan Pengasih," imbuhnya.

Namun demikian, Nur Syamsu mengatakan pada akhir 2017, populasi sapi potong di Kulon Progo sebanyak 51.047 ekor, dan populasi kambing PE 91.811 ekor.

Dalam perkembangannya, saat ini populasi sapi mengalami peningkatan meskipun persentasenya sedikit dibandingkan pada 2014 lalu sebanyak 49.522 ekor, 2015 sebanyak 49.866 ekor, dan 2016 sebanyak 49.851 ekor per Oktober.

"Pada 2011-2013 populasi sapi di Kulon Progo terendah karena terkena dampak impor sapi. Pada tahun tersebut, harga sapi sangat rendah dan peternak menjual sapi mereka karena takut rugi. Tapi, mulai 2014, populasi sapi kembali menggeliat seiring larangan sapi impor. Namun saat ini kondisi populasi tidak ada kenaikan signifikan," tuturnya.

Ia mengatakan dari 12 kecamatan di Kulon Progo, ada lima kecamatan dengan populasi tertinggi, yakni Sentolo sebanyak 6.143 ekor, Lendah sebanyak 6.122 ekor, Pengasih sebanyak 5.977 ekor, Wates sebanyak 5.934 ekor, dan Panjatan sebanyak 5.678 ekor.

"Lima kecamatan tersebut merupakan sentra pengembangan sapi potong dan setiap tahun terus meningkat," tukasnya.

Salah satu peternak di Kecamatan Sentolo Sumingan mengatakan harga sapi saat ini standar, tidak ada peningkatan. Harga sapi ukuran sedang berkisar Rp10-12 juta per ekor.

"Kami senang membesarkan sapi, setelah itu dijual. Kalau dipelihara sampai beranak, keuntungannya sedikit," kata peternak itu.(OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya