Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan 70 ribu ekor sapi dan kerbau sebagai hewan kurban dalam menyambut Lebaran Idul Adha 1439 H atau 2018 masehi. Jumlah tersebut bertambah 10 ribu ekor dari total hewan kurban di tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Aziz, mengatakan jumlah kurban tersebut merupakan bagian dari 1,3 juta ekor sapi dan kerbau yang ada di Sulsel.
"Dan setelah dilakukan pendataan, dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel, angka itulah yang bisa atau siap untuk kurban. Karena memenuhi syarat untuk kurban, dan tentunya sapi dan kerbau jantan," kata Aziz kepada Media Indonesia, Jumat (3/8).
Jumlah tersebut, tidak hanya untuk kurban atau konsumsi di Sulsel. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Sulsel juga menyuplai hewan kurban ke provinsi lain di kawasan timur Indonesia.
"Berdasarkan pengalaman yang ada, secara kesuluruhan yang biasanya dimanfaatkan untuk kurban sekitar 40 ribu ekor. Itu sudah terbagi, untuk Sulsel sekitar 14 ribu ekor dan yang dikirin ke luar provisi 26 ribu ekor," jelas Aziz.
Adapun sentra produksi hewan kurban sejenis sapi dan kerbau di Sulsel, berada di Kabupaten Sinjai, Sidrap, Enrekang, Wajo, Maros, dan Bone. Hewan yang akan dijadikan kurban terlebih dahulu harus melalui proses pemeriksaan.
"Dan kami sudah kirimkan surat edaran ke semua dinas peternakan kabupaten/kota untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, apakah memang layak sembelih atau tidak."
Dalam waktu dekat, akan diadakan pelatihan bagi para juru sembelih hewan kurban bekerja sama dengan Dinas Peternakan, DPRD, dan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
Seperti tahun sebelumnya, Pemprov Sulsel menerima sapi kurban dari Presiden RI Joko Widodo. Kali ini sapi jenis simental dengan berat 920 kilogram dengan harga kira-kira Rp45 juta, yang merupakan hasil inseminasi peternak di Kabupaten Maros, Sulsel.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved