Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
GUNA mempermudah usaha tambal ban, sekaligus membuat lingkungan bersih, Pemerintah Kota Surakarta akan memfasilitasi kendaraan roda tiga kepada para pelaku usaha tambal ban.
Prototype kendaraan roda tiga sedang dibuat bekerja sama dengan Nozomi. Terkait program tersebut, pihak Pemkot akan mencari anggaran untuk pengadaan kendaraan tersebut.
"Saya sudah diberi kunci oleh Nozomi, artinya sudah jadi (sepakat). Saya juga sudah sampaikan ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Aset Daerah (DPPKAD). Saya juga akan cek dulu jumlah pekerja tambal ban di Solo," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo pada acara pembukaan dealer kendaraan roda tiga Nozomi di Solo, Sabtu (28/7).
Nantinya, ia juga akan melakukan pendataan sendiri terkait tukang tambal ban yang bisa memperoleh fasilitas tersebut.
"Di sudut-sudut tertentu ada, saya sudah hafal. Saya akan pilih mereka yang benar-benar hidup dari pekerjaan tersebut," ujarnya.
Dari hasil pembicaraan bersama pihak Nozomi, untuk 100 unit kendaraan, Pemkot Surakarta harus mengeluarkan anggaran sekitar Rp3 miliar.
"Akan kami lakukan secara bertahap, misalnya di tahun pertama sekian unit dulu. Tahap awal akan saya serahkan saat upacara 17 Agustus. Prinsipnya saya ingin memerdekakan tukang tambal ban dari kejaran Satpol PP dan gerutuan masyarakat yang lahannya digunakan untuk usaha tambal ban," imbuh Rudy.
Para penerima bantuan kendaraan tersebut hanya akan diberikan hak pinjam pakai. Dengan demikian, mereka tidak boleh menjual kendaraan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Nozomi Otomotif Indonesia Cindy Leo mengatakan visi misi diciptakannya kendaraan roda tiga tersebut adalah untuk mengembangkan efektivitas dan produktivitas UKM di Indonesia.
"Selama ini usaha kan kendalanya adalah infrastruktur dan distribusi, ini bisa dibantu oleh keberadaan roda tiga. Dari sisi harga juga hanya seperenam dari harga kendaraan roda empat," kata Cindy.
UKM menjadi salah satu segmentasi pasar utama mengingat perkembangannya dari tahun ke tahun yang cukup signifikan. Berdasarkan data, lanjut Cindy, jika pada tahun 2010 jumlah UKM sebanyak 54,1 juta UKM, pada tahun 2017 meningkat menjadi 59 juta UKM.
Sementara itu, Pimpinan PT Livian Makmur Sejahtera David Budiman yang merupakan dealer resmi kendaraan Nozomi mengatakan untuk memenuhi kebutuhan Pemkot Surakarta, pada kapasitas awal akan membuat satu unit dalam waktu satu bulan.
"Ini kan masih dalam proses penelitian, sifatnya masih tambal sulam. Kalau semua oke, maka dalam dua minggunya kami akan buat satu unit," tukasnya.
Untuk harga, kata David, standar kendaraan roda tiga dibanderol dengan harga Rp21,2 - Rp30 jutaan. Sementara target pasar tidak hanya menyasar konsumen besar
tetapi juga menyasar ritel yang memerlukan alat transportasi untuk memperlancar usahanya.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved