Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Rini Klaim Penangkapan Pekerja KCIC Salah Paham

Rudy Polycarpus
28/4/2016 23:26
Rini Klaim Penangkapan Pekerja KCIC Salah Paham
(ANTARA)

MENTERI Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan telah terjadi kesalahpahaman oleh lima pegawai asing PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengenai lokasi uji tanah untuk proyek kereta cepat tersebut.

Rini mengatakan, pekerja yang melakukan pengecekan tanah atau soil test mengira lahan yang dibor tersebut bukan lahan TNI Angkatan Udara sehingga tidak perlu menggunakan izin dari pihak TNI.

Rini menyebutkan, ada dua area yang digunakan untuk proyek tersebut yakni dipakai TNI AU dan warga. Namun, menurut dia, yang digunakan warga sebenarnya area TNI AU.

"Jadi, timnya yang melakukan soil test berpikir ini tempat warga jadi tidak usah dapat izin karena itu bagian dari warga. Itu kesalahannya," kata Rini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (28/4).

Rini mengakui, hingga kini PT KCIC belum mendapatkan izin dari pihak TNI AU terkait pengerjaan kereta cepat di kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma.

"Memang di Halim belum, karena masih ngecek soil. Yang paling utama semua pembangunan itu kan harus pelan-pelan, ada DED (Detail Engineering Design)-nya. DED yang sudah komplet itu ada di Walini. Nah, semua proses karena harus ngecek soil test-nya. Nah, yang terakhir memang Halim ini," ucap Rini.

Ia menambahkan, izin pembangunan tidak diperlukan dalam uji tanah. Rini mengatakan dalam uji tanah yang diperlukan hanya izin dari pemilik lahan. "Cuma mengetes saja. Urusan izin kan ini areanya siapa. Kita pikir kan ini area masih menempel dekat jalur tol, jadi tidak masalah," katanya.

Pemerintah, kata Rini, menargetkan uji tanah dari seluruh wilayah proyek kereta cepat bisa selesai pada pertengahan Mei.

Sebelumnya diberitakan, Tim Patroli TNI AU Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, mengamankan tujuh pekerja proyek kereta cepat di tepi jalan tol ruas Halim, Km 3,2, pada Rabu (27/4), sekitar pukul 9.45 WIB.

Dari tujuh orang itu, lima orang diketahui warga negara asing asal Tiongkok. Sementara itu, dua lainnya ialah warga negara Indonesia. Mereka, merupakan pekerja PT Geo Central Minning, mitra dari PT Wijaya Karya (persero) Tbk yang mengerjakan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. (Pol/OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya