Rabu 28 Oktober 2020, 05:00 WIB

3M dan 3T untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19

3M dan 3T untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19

Dok. Pemprov DKI Jakarta
Petugas sedang melakukan pemeriksaan swab kepada seorang pasien

 

JUMLAH kasus baru positif covid-19 terus bertambah di Indonesia. berbagai upaya antisipasi pencegahan terus dilakukan pemerintah, termasuk pemerintah daerah.

Terkait upaya pencegahan penyebaran covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan sosialisasi 3M dan 3T. Istilah 3M merupakan protokol kesehatan yang perlu dilakukan setiap individu agar tidak tertular covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Di sisi lain, untuk mengidentifikasi warga yang terpapar covid-19, pemerintah mengistilahkan upaya 3T, yakni testing(pemeriksaan), tracing (penelusuran kontak), dan treatment (perawatan/isolasi).

Sesuai informasi dari WHO dan Kementerian Kesehatan yang menyatakan bahwa covid-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin/batuk maupunsaat berbicara.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan memakai masker menjadi salah satu cara efektif untuk menahan droplet yang menyebar saat seseorang sedang berbicara dan bersin atau batuk. Terlebih masih ada orang tanpa gejala (OTG) di sekitar masyarakat yang belum melakukan isolasi dengan baik. Sehingga mewajibkan masyarakat memakai masker adalah upaya terbaik untuk menurunkan risiko penularan covid-19.

Tingkat risiko penularan covid-19 akan semakin menurun saat seseorang memakai masker terbagi menjadi 4 tingkat, yakni, pertama, apabila seseorang yang membawa virus (OTG) tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100%.  Kedua, OTG pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70%.

Ketiga, OTG pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya menjadi 5%. Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5%.

Untuk itu, kata dia, saat ini vaksin terbaik untuk mencegah covid-19 adalah 3M. Beberapa negara yang memberlakukan denda jika ada warga yang tidak memakai masker di tempat umum diantaranya Thailand, Kanada, Malaysia, Singapura, menunjukkan tingkat keberhasilan pengendalian covid-19 yang baik.

Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa memakai masker adalah cara yang paling tepat. 

Selain memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan juga turut menurunkan risiko penularan covid-19. Karena jika menerapkan cuci tangan pakai sabun, risiko penularan turun dari 35% menjadi 65%. Memakai masker kain menurunkan risiko penularan menjadi 45%, dengan memakai masker bedah risiko penularan turun 70%. Menjaga jarak minimal 1 meter dapat menurunkan risiko penularan hingga 85%.

“Maka, dengan menggabungkan memakai masker dengan benar, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, risiko penularan covid-19 semakin rendah,” tutup Widyastuti.


Testing

Sementara itu terkait 3T, Pemprov DKI Jakarta sejak awal telah memasifkan active case finding atau pencarian kasus aktif. Upaya tersebut dilakukan melalui testing, yakni aktif melakukan tes usap. Tes usap tidak hanya untuk mengetahui paparan virus pada warga yang memiliki gejala dan ada di fasilitas kesehatan. Namun, juga dilakukan pada warga-warga tanpa gejala yang berada dalam jalur penelusuran kontak. 

“Sampai saat ini kapasitas harian pemeriksaan spesimen di DKI Jakarta sejumlah 16.711 spesimen PCR test yang dilakukan oleh 58 laboratorium. Proses meningkatkan kapasitas laboratorium program sampai dengan 10.000 tes/hari,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria atau yang akrab disapa Ariza dalam sebuah kesempatan.

Guna menambah kapasitas testing, Dinkes DKI Jakarta segera mengoperasikan tiga unit mobile laboratorium tambahan di awal November 2020. Saat ini sudah ada dua laboratorium satelit, yakni di RSUD Pasar Minggu dan RSUD Duren Sawit. Dinkes DKI juga merencanakan pembangunan Laboratorium BSL-2 di Labkesda dan beberapa rumah sakit umum daerah.

“Untuk pembangunan laboratorium ini direncanakan bisa menambah kapasitas testing Labkesda DKI antara 3.000 sampai 5.000 spesimen,” kata Kepala Labkesda DKI Endra Muryanto.

Endra menambahkan, saat ini kapasitas testing DKI semakin baik. Hasil tes usap bisa diketahui hanya dalam waktu 1-2 hari setelah diserahkan.

Selain penambahan kapasitas testing, Dinkes DKI melakukan pengembangan kerja sama pemeriksaan dengan dukungan BNPB yang memperkuat pemeriksaan rutin untuk tenaga kesehatan yang menangani covid-19. Juga ada pengembangan kerja sama pemeriksaan dengan dukungan kementerian.


Tracing

Terkait tracing, setiap pasien positif covid-19 akan ditindaklanjuti dengan melakukan penelusuran pada orang sekitar yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien. Hasil penelusuran akan menghasilkan informasi siapa saja yang memenuhi kriteria kontak erat, yang selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan swab.

“Tantangan dalam melakukan tracing kontak adalah pasien harus dapat mengingat proses yang telah lalu. Hal lain yang menjadi tantangan bagi langkah tracing juga antara lain, masih adanya stigma covid di masyarakat sehingga pasien sering menyangkal/denial atau tidak  membuka diri, sehingga terkadang tracing terbatas hanya di rumah tinggalnya dan tempat kerja,” tambah Widyastuti.

Keberhasilan tracing adalah mengenali kontak erat dari pasien sangat membutuhkan kerja sama dan keterbukaan pasien atau keluarganya dengan petugas yang melakukan wawancara.

“Untuk meningkatkan rasio pasien dengan kontak erat dari 1:6 menjadi 1:15 beberapa upaya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, antara lain menata kembali alur tracing, menambah petugas kontak tracing dengan dukungan tenaga relawan terlatih yang ditugaskan di setiap puskesmas kecamatan,” jelas Widyastuti.

Beberapa aplikasi juga dimanfaatkan untuk memudahkan proses mengidentifikasi kontak erat, seperti saat ini jika akan memasuki area tertentu maka kita diminta untuk mengisi buku tamu atau melakukan pendaftaran secara digital.

Selama PSBB Transisi yang ditetapkan mulai 12 Oktober lalu, Pemprov DKI menetapkan kewajiban khusus kepada dunia usaha seperti perkantoran, mal, restoran dan kafe untuk mendata pengunjung dengan mengisi buku tamu atau dalam bentuk pendaftaran digital. Pendataan dilakukan dengan memasukkan nama lengkap pengunjung, nomor kontak aktif, enam digit nomor induk kependudukan (NIK), dan tanggal dan waktu kedatangan/kunjungan.

Enam digit pertama dari NIK tersebut hanya mencatat kode wilayah atau tempat tinggal pengunjung, yang artinya secara data pribadi aman.

Pencatatan data pengunjung tersebut akan memudahkan petugas puskesmas melakukan pelacakan setiap ada kasus baru.

Caranya dengan melakukan penyelidikan epidemologi dan investigasi kepada kasus positif serta menggali 30 kontak erat.

“Penguatan tracing berbasis nomor HP dilakukan dengan pelaksanaan integrasi aplikasi PeduliLindungi dengan Kemenkominfo dan Kementerian BUMN,” kata Widyastuti.

Kepada masyarakat, hendaknya perlu mendukung upaya tracing kontak karena bertujuan untuk segera menemukan adanya pasien baru lain yang berpeluang meneruskan penularan kepada masyarakat yang lebih luas.


Treatment

Pemprov DKI juga terus meningkatkan kapsitas bed (tempat tidur) isolasi seiring dengan langkah antisipasi dan active case finding yang dilakukan oleh Dinkes DKI. Saat ini kapasitas bed isolasi yang tersedia di DKI Jakarta adalah 5.759 tempat tidur dan saat ini terpakai 59% dan kapasitas ICU 783 bed saat ini terpakai 65%.

Jumlah tersebut tersebar di 98 RS yang ada di seluruh Jakarta, termasuk delapan RS yang ditunjuk oleh pemerintah pusat.

Dalam menghadapi pasien yang harus diisolasi, Pemprov DKI menemui beberapa tantangan seperti kapasitas isolasi. Untuk itu, Pemprov DKI juga menyediakan lokasi isolasi terkendali, baik kerja sama dengan Pemerintah Pusat maupun yang disiapkan mandiri oleh Pemprov DKI Jakarta.

Pantauan ketersediaan kapasitas tempat tidur terintegrasi se-Jabodetabek secara real time masih terus dikembangkan. Selain itu dilakukan penguatan tim follow-up isolasi mandiri di rumah berbasis aplikasi.

Tantangan lainnya adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk perubahan perilaku 3M dan menghapus stigma covid-19 di masyarakat penguatan peran gugus tugas RT/RW/kader. (put/S1-25)

 

Baca Juga

MI/Ist

Soal Pj Gubernur DKI Jakarta, Survei IPO: Bahtiar Paling Diharapkan Publik

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 13:50 WIB
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar, adalah calon Penjabat Gubernur Jakarta menjadi sosok yang paling...
Dok. DPP NasDem

Brigitta Lasut Mengaku Ditekan Orang Suruhan Mamat Alkatiri

👤Rahmatul Fajri 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:17 WIB
Sebelumnya, anggota DPR dari fraksi NasDem itu melaporkan komika Mamat Alkatiri, sebagai buntut roasting di salah satu talkshow berbau...
Dok.MI

Lusa, Polda Metro Periksa Rizky Billar terkait kasus KDRT

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 21:57 WIB
Selain memanggil Rizky, polisi juga akan memanggil dua saksi tambahan yakni satu orang asisten rumah tangga (ART) dan satu orang sekuriti,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya