Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
IDENTITAS SB, pria yang meninggalkan uang senilai Rp500 juta dalam bungkusan plastik kresek hitam di KRL masih misterius. Pria itu diketahui turun di Stasiun Bogor, namun tidak diketahui stasiun awalnya.
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak menanyakan detil tentang tujuan SB membawa uang tunai dengan nominal sangat besar itu bertransportasi menggunakan KRL. Pun demikian pula dengan asal dan tujuan mobilitas dari SB, VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba tak menanyakannya.
"Kami tidak menanyakannya," kata Anne saat dikonfirmasi mediaindonesia, com, Selasa (14/7).
Anne menegaskan pemilik uang yang berinisial SB itu segera mengetahui bahwa uangnya tertinggal. Sebab, tak lama ia keluar dari stasiun, ia segera memasuki stasiun kembali dan mencari-cari uang tersebut serta bertanya kepada para petugas.
"Iya, dia langsung saat sudah tap out keluar gate, masuk kembali dan mencari-cari barangnya," ungkapnya.
Anne menyebut setiap barang maupun uang yang tertinggal di dalam KRL dan dilaporkan penumpang yang menemukan kepada petugas maupun ditemukan sendiri oleh petugas akan diamankan.
PT KCI memiliki sistem 'lost and found' ketika barang atau uang milik penumpang tertinggal, petugas atau penumpang yang menemukan wajib melaporkan kepada petugas stasiun selanjutnya untuk diamankan.
Pemilik barang tersebut bisa mengambil kembali apabila bisa mencirikan barang yang tertinggal sesuai dengan yang ditemukan oleh petugas.
"Semua barang tertinggal di KRL disisir dan di-input lost and found. Jika ada yg datang menanyakan barangnya kita akan verifikasi dan mengembalikan sesuai SOP," jelasnya.
Sebelumnya, terdapat uang Rp500 juta yang tertinggal di dalam KRL pada 6 Juli 2020 lalu.
Baca juga : Ini 15 Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditilang
Kronologis penemuan uang itu oleh petugas sebagaimana yang pernah disampaikan oleh PT KCI melalui keterangan resmi, pada 6 Juli 2020 lalu sekitar pukul 16.40 WIB petugas kebersihan kereta bernama Mujenih dan Petugas Pengawalan KRL Egi Sandi menemukan barang yang tertinggal di kereta kedua dari kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.
Barang tersebut berupa plastik berisi uang dalam bungkusan koran. Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan ke petugas Passenger Service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL.
Setelah diperiksa bersama, uang yang dibungkus koran tersebut berjumlah Rp500 juta. Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found.
Tidak lama, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.
Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.
Petugas PT KCI telah berkali-kali mengamankan barang tertinggal di dalam kereta. Benda yang tertinggal mulai dari makanan, tas, pakaian, helm, hingga benda berharga seperti laptop, perhiasan, dan uang tunai bernilai jutaan rupiah. Dari segi nilai barang, temuan pada Senin sore lalu adalah yang terbesar. (OL-2)
Stasiun Kereta Api Jatake resmi mulai beroperasi hari ini, Rabu (28/1). Stasiun baru di lintasan KRL Green Line itu disambut antusias warga.
Jumlah pengguna KRL Commuter Line pada lintas Rangkasbitung terus menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Pramono, dengan dukungan konektivitas tersebut, penyelenggaraan kegiatan berskala besar di JIS dan Ancol akan lebih mudah dijangkau masyarakat.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penutupan perlintasan berisiko sepanjang 2025. KAI telah menutup 316 perlintasan sebidang yang dinilai rawan kecelakaan.
HARI libur Natal Kamis (25/12) kemarin, mobilitas pengguna Commuter Line Jabodetabek terpantau berjalan aman dan lancar.
Dalam video permintaan maaf yang beredar, keduanya mengaku sadar bahwa tindakan serta ucapan mereka telah menimbulkan kerugian bagi banyak pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved