Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi kemungkinan melirik Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) buatan Badan Pengkaji dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diuji coba di TPST Bantargebang. Sebab, hingga saat ini, PLTSa Sumur Batu belum juga berjalan lancar.
“Besar kemungkinan pakai PLTSa seperti di TPST Bantargebang,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Rabu (27/3).
Gagalnya uji coba mesin PLTSa Sumur Batu yang mulai dibangun sejak 2016 tersebut membuat orang nomor satu di Kota Bekasi ingin beralih. Namun, pemerintah masih memberikan sekali kesempatan uji coba kepada PT Nusa Wijaya Abadi (NWA) selaku pihak ketiga yang menggarap PLTSa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.
“Kalau tetap tidak bisa diselesaikan kita ambil yang paling cepat,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Lutfi mengatakan persiapan pembangunan PLTSa garapan BPPT di TPST Bantargebang hingga siap digunakan butuh waktu hanya tiga hingga empat bulan. Sedangkan, PT NWA di TPA Sumur Batu sudah tiga tahun belum juga siap digunakan.
“Tiga tahun itu waktu yang lama, sampah warga terus bertambah tiap hari, namun upaya buat mengurangi tumpukan sampah belum berjalan,” imbuh Luthfi.
Baca juga: Uji Coba PLTSa di Sumur Batu Gagal karena Masalah Teknis
Apalagi, kata Luthfi, Menteri Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir mengusulkan proyek percontohan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Merah-Putih Bantargebang dapat diterapkan di seluruh kota di Indonesia. Karena itu, teknologi itu rencananya akan dimasukkan dalam e-katalog.
“Kalau masuk e-Katalog dan solusinya kita harus adopsi dari TPST Bantargebang ya kita akan adopsi,” jelas dia.
Seperti diketahui, PLTSa Merah Putih di TPST Bantargebang milik Pemerintah DKI Jakarta diresmikan Senin (25/3) kemarin. Sistem pembangkit listrik tenaga thermal tersebut akan beroperasi penuh mulai Juni mendatang. Pembangkit listrik ini nantinya akan mengolah sampah sebanyak 100 ton per hari dijadikan energi listrik sebanyak 700 kilowatt per jam.(OL-5)
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved