Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
KELOMPOK pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Tangerang ( SMT), melakukan demo di bundaran Tugu Adipura, Kota Tangerang. Mereka meminta pihak kepolisian mengusut tuntas dan bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan jalanan yang tidak segan membunuh korbannya.
Salah satu yang harus diusut tuntas adalah pelaku pencurian sepeda motor sekaligus menembak dan menusuk mati Saripah Binti Said, 34 di Jalan Rasuna Said RT 04/01, Kelurahan Pakojan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang pada Rabu (4/7).
"Ini harus diusut tuntas dan pihak kepolisan harus menjelaskan kepada masyarakat, apakah benar salah satu pelaku yang ditembak mati adalah pelaku dari kejahatan tersebut," kata Sekretaris SMT, Saipul Basri, Jumat (27/7).
Jangan sampai, kata dia, masyarakat bertanya-tanya. Polisi pasti memiliki jejak dan identitas pelaku. Hal ini lah yang mesti diungkap kepada masyarakat.
Sedangkan pelaku lain yang belum tertangkap, harus segera dibekuk. Karena dengan ditangkap dan di tembak matinya salah satu pelaku, tentu petugas sudah mengidentifikasinya.
"Polisi harus bekerja keras untuk menangkap pelaku itu. Bila melawan, ya tindak tegas, asalkan tindakan tegas tersebut bisa dipertanggung jawabkan untuk diyakinkan kepada masyarakat, khususnya keluarga korban," imbuhnya.
Apalagi dalam kasus itu, Polri sudah memperingatkan, bila dalam waktu satu bulan kejahatan jalanan yang menewaskan korban tidak bisa diungkap, Kapolres akan dicopot dari jabatannya.
"Saya kira ini bukan main-main. Dan itu harus dibuktikan oleh Kapolri," tuturnya.
Selain itu, Saipul juga meminta kepada Komnas Ham, agar tidak lagi berbicara kemanusian terhadap pelaku kejahatan jalanan yang ditindak tegas atau ditembak mati oleh Polisi. Pasalnya mereka meresahkan masyarakat, sehingga membuat tidak tenang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Para pelaku kejahatan jalanan tidak segan membuat nyawa korban melayang. Seperti yang terjadi pada Saripah, di depan anaknya yang masih kecil, korban ditembak dan ditusuk dengan senjata tajam hingga meninggal lantaran berusahan mempertahankan sepeda motornya.
Kejadian serupa juga dialami dokter muda Italia Chansra Kirana Putri. Ia ditembak mati oleh pelaku di depan rumahnya, Jalan Gunung Raung Blok B/6, Perumahan Bugel Indah, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten, karena berusaha melawan saat pelaku akan membawa kabur sepeda motornya.
"Seharusnya Komnas Ham melihat kejadian ini. Karena pelaku kejahatan jalanan tersebut memang sadis dan tidak segan-segan menghilangkan nyawa orang lain," kata ibu korban, Erin Chandra yang hadir dalam demo.
Tapi, lanjut Erin, komnas HAM justru melakukan pembelaan ketika petugas kepolisian melakukan tindakan tegas kepada pelaku kejahatan jalanan tersebut.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved