Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
JEMBATAN Penyebrangan Orang (JPO) di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, dalam kondisi mengkhawatirkan. Sudah lebih dari satu tahun JPO tersebut dalam kondisi rusak dan nyaris ambruk
Beberapa material JPO tersebut hancur. Mulai dari patahnya besi penyanggah yang berkarat, hingga jebolnya plafon dan plat lantai JPO. Masyarakat pun resah, khawatir akan adanya korban jiwa.
Meskipun rusak, JPO tersebut tetap digunakan. Sebab, warga tidak mempunyai pilihan lain jika ingin menyebrang di ruas Jalan Daan Mogot itu. Banyaknya kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi membuat mereka takut.
"Kalau menyebrang lewat bawah takut ketabrak. Lewat jembatan takut ambruk. Jadi sebenarnya sama-sama bahaya. Kondisi ini sudah lama terjadi. Jadi berharap perbaikan segera dilakukan. Sebelum adanya korban," kata salah satu pengguna JPO, Panji, 33, Jumat (27/7).
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat Riswan mengaku telah melaporkan kondisi JPO itu ke pihak Dinas Bina Marga DKI Jakarta. Riswan mengatakan dalam waktu dekat perbaikan terhadap JPO yang rusak segera dilakukan.
"Perbaikan JPO di Halte Transjakarta Jembatan Gantung merupakan ranah dinas Bina Marga DKI. Kami hanya bersifat melaporkan saja. Untuk lebih jelasnya bisa tanya langsung ke dinas saja," ujarnya
Kepala Seksi Perencanaan dan Pemeliharan Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hans Mahendra mengatakan perbaikan JPO akan dilakukan pada Agustus mendatang.
Selain di JPO Jembatan Gantung, ada 20 JPO lain di Jakarta akan diperbaiki.
"Semua yang rusak kami perbaiki ya. Mulai dari pengecatan, pengelasan besi penyanggah yang patah. Kemudian menganti plafon dan plat lantai yang telah ambrol. Setiap perbaikan JPO memakan waktu satu bulan lamanya. Dan target kami akhir tahun 2018, semua JPO yang rusak telah diperbaiki. Tidak hanya JPO di Jakarta Barat saja," kata Hans
Adapun anggaran perbaikan JPO di Jakarta sebesar Rp5 miliar. Besar anggaran setiap JPO berbeda, tergantung tingkat kerusakannya. Guna mengantisipasi adanya korban jiwa, dilakukan koordinasi kepada satuan pelaksaan (Satpel) Bina Marga yang terdapat di kecamatan masing-masing.
Jika ada permasalahan mereka harus melaporkan, termasuk memberitahukan warga terkait kerusakan JPO.
"Imbauan larangan menggunakan JPO yang rusak seharusnya dilakukan petugas satpel kecamatan. Jadi warga sudah mengetahui dan bisa menggunakan jalan alternatif menuju tempat tujuannya. Jangan dibiarkan begitu saja," ucapnya.
Untuk pengecekan sendiri, lanjut Hans, rutin dilakukan oleh seluruh petugas. Mulai dari pengecekan jalan berlubang, halte, JPO, dan flyover. Pengecekan dilakukan oleh satpel kecamatan dan pihak kelurahan.
Dalam pengecekan tersebut mereka mengirimkan lokasi kerusakan berikut foto bentuk fisiknya ke pihaknya. Sehingga bisa segera dilakukan penindakan.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved