Senin 07 November 2022, 19:08 WIB

Semangat Dasa Sila Bandung Pererat Kerja Sama Bangsa Asia-Afrika

mediaindonesia.com | Internasional
Semangat Dasa Sila Bandung Pererat Kerja Sama Bangsa Asia-Afrika

Ist
Konferensi internasional bertema “Bandung- Belgrade-Havana in Global History and Perspective" diselenggarakan di Kota Bandung.

 

DALAM upaya penyebarluasan informasi arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Nonblok serta membangkitkan kembali semangat Bandung Spirit pada era globalisasi, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan sejumlah pihak.

ANRI bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran, Universitas Airlangga, Universitas Udayana, Bandung Spirit Scholars, dan Social Movement Activists menyelenggarakan konferensi internasional.

Konferensi tersebut bertema “Bandung- Belgrade-Havana in Global History and Perspective: “What Dreams, What Challenges, What Projects, for a Global Future” atau "Bandung-Beograd-Havana dalam Kerangka Sejarah dan Pemikiran Global:Impian, Tantangan dan Perencanaan Masa Depan".

Konferensi internasional tersebut dilaksanakan secara berseri di kota Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali. Adapun helatan pertama dilaksanakan di Jakarta dengan ANRI sebagai tuan rumah.

Pada pembukaan acara, Kepala ANRI, Imam Gunarto menyampaikan, eksistensi Indonesia dalam helatan momen penting berskala internasional ini tak lepas atas peran Indonesia pada masa lalu, seperti pada saat penyelenggaraan KAA yang dilanjutkan dengan KTT Nonblok.

Baca juga: Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

"Oleh karenanya, penyelenggaraan konferensi masih sangat relevan dengan kondisi saat ini," kata Imam.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB), Abdullah Azwar Annas.

Men-PAN RB menyebutkan bahwa semangat Dasa Sila Bandung menjadi modal bagi bangsa di Asia dan Afrika untuk saling bekerja sama dengan tetap menghormati kedaulatan masing-masing.

Semangat yang sama pula mendorong pemimpin bangsa untuk mencetuskan Gerakan Nonblok yang membawa anggotanya untuk tidak larut dalam konflik negara-negara besar.

Sementara itu, Inisiator dan Koordinator Konferensi Bandung-Belgrade-Havana, Darwis Khudori menyampaikan bahwa kegiatan ini didasarkan untuk mengingat dan menunjukkan pada dunia terkait pertemuan di tiga kota yang bermakna penting bagi perdamaian, yakni Bandung, Belgrade (Beograd), dan Havana.

Selain itu, konferensi ini juga sebagai community based conference dengan beragam ide dan pandangan dari seluruh peserta berbagai dunia. Penyelenggaraan konferensi ini juga tidak terlepas dari peran pentignya arsip.

Bandung-Beograd-Havana menjadi petunjuk untuk membebaskan dunia dari ketertindasan, kebodohan, kemiskinan, ketimpangan, dan kehinaan.

Rieke menyampaikan bahwa arsip membentangkan perjalanan peradaban dunia. Presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarnoputri pun mengajak agar momen ini dapat saling menguatkan solidaritas antarbangsa.

 Melalui Konferensi Bandung-Belgrade-Havana diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menyelesaikan konflik tanpa melalui perang, bisa dengan musyawarah dan mufakat, mengedepankan solidaritas dan kerja sama bangsa-bangsa untuk meningkatkan kualitas kehidupan seluruh umat manusia.

Konferensi internasional Bandung- Belgrade-Havana in Global History and Perspective yang dilaksanakan di Jakarta dikemas dalam tiga sesi diskusi panel.

Sesi pertama dan kedua membahas para pemimpin dunia yang memeliki keterkaitan dengan penyelenggaraan Konferensi Bandung-Beograd-Havana. 

Sesi ketiga mengulas KAA dan KTT Nonblok dalam Arsip Audio Visual. Pada sesi pertama mengulas Bandung-Beograd-Havana dalam Sejarah dan Perspektif Global yang disampaikan oleh Social Movement Activists dari University of Le Havre Normandy.

Selanjutnya, Darwis Khudori membahas pemimpin dunia yang membahas yang terkait KonferensiBandung-Beograd-Havana.

Dimulai dengan pembahasan Jawaharlal Nehru yang diulas Rityusha Tiwary, Zhou Enlai yang diulas Shi Qing, Sukarno yang akan diulas Rieke Dyah Pitaloka, Gamal Abdel Nasser diulas oleh Magda Refaa, Josip Broz Tito diulas oleh Jovan Cavoski, dan Fidel Castro yang akan diulas Beatriz Bissio.

Sebagai informasi, helatan konferensi internasional “Bandung- Belgrade-Havana in Global History and Perspective: “What Dreams, What Challenges, What Projects, for a Global Future” menjadi bagian dalam peringatan 65 tahun KAA di Bandung, 60 tahun KTT Nonblok di Beograd dan 55 tahun Konferensi Tiga Benua di Havana.

Konferensi ini pun menjadi ajang untukkembali merefleksikan dan membumikan nilai-nilai Bandung Spirit. (RO/OL-09)

Baca Juga

AFP

Aksi Protes Kebijakan Covid-19 Meluas di Wilayah Tiongkok

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 28 November 2022, 21:30 WIB
Dalam beberapa hari terakhir, warga di sejumlah wilayah Tiongkok memprotes kebijakan pembatasan ketat akibat kenaikan kasus...
Ist

Kunjungan ke Bangkok, Delegasi DPD RI Soroti Kemajuan Pertanian Thailand

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 19:35 WIB
Sektor pertanian Thailand merupakan sektor prioritas yang langsung ditetapkan oleh Raja Thailand, Maha...
Ist/DPR

Bertemu Raja Sihamoni, Puan Berbagi Kenangan Masa Lalu RI-Kamboja

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 November 2022, 18:09 WIB
Saat Puan datang, ia langsung diajak Raja Kamboja, Norodom Sihamoni ke ruang tamu kerajaan dan keduanya berbincang hangat cukup...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya