Senin 18 Juli 2022, 12:13 WIB

Iran Tuduh AS Sebarkan Kebencian di Timur Tengah

Cahya Mulyana | Internasional
Iran Tuduh AS Sebarkan Kebencian di Timur Tengah

AFP/ATTA KENARE
Demo mahasiswa Iran saat Presiden AS Joe Biden mengakhiri tur pertamanya ke Israel hingga Arab Saudi.

 

Iran menuduh Amerika Serikat (AS) mencoba memantik ketegangan di Timur Tengah melalui Iranophobia. Tuduhan itu datang sehari setelah Presiden AS Joe Biden mengakhiri tur pertamanya ke Israel hingga Arab Saudi.

"AS sekali lagi berusaha menciptakan ketegangan dan krisis di seluruh kawasan dengan mengandalkan kebijakan Iranofobia yang gagal," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani, dalam sebuah pernyataan pada Minggu (17/7).

Dia mengatakan negara pertama di dunia yang meluncurkan bom nuklir itu terus-menerus mengganggu urusan negara lain. AS juga telah meluncurkan konflik bersenjata, dan telah menjual sejumlah besar senjata di seluruh kawasan yang memicu konflik.

Kanani mengatakan AS adalah aksesori utama untuk melanjutkan pendudukan Israel di tanah Palestina. "Juga yang harus disoroti soal apartheid," tutupnya.

Tuduhan itu muncul setelah Biden mengunjungi Israel dan Arab Saudi yang menjadi perjalanan pertamanya sebagai presiden AS. Tujuannya diduga untuk melawan pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.

Pada pertemuan puncak di Jeddah yang mempertemukan enam anggota Dewan Kerja sama Teluk (GCC) yang dihadiri delegasi Mesir, Yordania dan Irak, Biden berjanji tidak akan menarik kekuatan dari wilayah tersebut. “Kami tidak akan pergi begitu saja dan meninggalkan kekosongan untuk diisi oleh Tiongkok, Rusia, atau Iran,” katanya.

Awal pekan ini, Presiden Iran Ebrahim Raisi menjanjikan akan merespons kebijakan AS yang merugikan negaranya. Pasalnya Biden mengajak semua negara di wilayah itu untuk menekan pengembangan nuklir Iran.

Di jazirah Arab, Iran bukan satu-satunya yang mengembangkan nuklir. Israel bahkan telah beranjak mengembangkan senjata nuklir yang tidak pernah dikritik oleh AS.

AS dan Arab Saudi menyepakati kerja sama untuk menekan serangan udara dari pesawat nirawak (drone) canggih buatan Iran. Teheran sudah beranjak dari drone ke pengembangan kapal dan kapal selam nirawak bersenjata.

Washington menuduh Teheran mencoba menjual drone ke Rusia untuk digunakan dalam perang di Ukraina. Iran membantah klaim itu, dengan mengatakan tidak akan menjual senjata yang dapat memperburuk konflik. (Aljazeera/OL-12)

Baca Juga

AFP/Handout / MYANMAR MINISTRY OF INFORMATION

Pengadilan Myanmar Jatuhkan Vonis Enam Tahun untuk Suu Kyi dalam Kasus Korupsi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 05:15 WIB
Suu Kyi telah ditahan sejak pemerintahannya digulingkan oleh militer dalam kudeta pada 1 Februari tahun lalu yang mengakhiri periode...
AFP

Putin Perluas Kerja Sama dengan Korut

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 15 Agustus 2022, 23:34 WIB
Kerja sama ini berlandaskan prinsip yang komprehensif dan konstruktif seperti yang diterapkan dengan...
Dok. Bea Cukai

Bea Cukai dan Malaysian Customs Resmi Tutup Joint Task Force Operation 2022 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:37 WIB
Selama periode pelaksanaan JTF Operation 2022, Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 77,72 kg methamphetamine dan sekitar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya