Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
SAAT ini, rekor gedung tertinggi ada di Dubai, Uni Emirat Arab, yakni Burj Khalifa. Gedung yang didesain Skidmore, Owings, dan Merril (SOM) dengan Adrian Smith sebagai kepala arsiteknya itu, memiliki tinggi 829,8 meter. Gedung ini telah beroperasi sejak enam tahun lalu.
Namun, hal itu ternyata belum memuaskan pemiliknya, Emaar Properties. Mereka berencana membangun gedung pencakar langit yang lebih tinggi lagi dari Burj Khalifa. Menara yang dibangun dengan biaya 1 miliar US$ atau 880 juta euro itu diarsiteki Santiago Calatrava Valls dan direncanakan rampung pada 2020. Arsitek berkebangsaan Spanyol itu sebelumnya pernah merancang komplek City of Arts and Sciences di Valencia.
Pemilik Emaar Properties, Mohamed Alabbar dalam jumpa pers di Dubai, Senin (11/4), belum mau menyebutkan nama maupun berapa persisnya ketinggian gedung yang akan dibangun tersebut. Namun, dia memastikan tingginya bakal melebihi Burj Khalifa.
Menurut dia, menara itu nantinya akan memiliki dek obervasi yang menawarkan view 360 derajat. Gedung ini juga bakal dilengkapi restoran dan butik hotel.
Alabbar menuturkan, struktur bangunan ini sebagai monumen yang elegan."Banyak yang suka melihat pemandangan dan ini menjadi dasar para pembeli properti,'' katanya.
Selama ini, Dubai dikenal sebagai negara yang paling banyak memiliki gedung pencakar langit yang berbentuk futuristik. Saat ini, mereka bersaing dengan Arab Saudi yang sedang membangun menara setinggi 1 kilometer di Jeddah. (AFP/I-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved