Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
DUA kru televisi Australia ABC (Australian Broadcasting Corporation) akhirnya dideportasi ke negara mereka, Selasa (15/3). Sebelumnya, mereka ditangkap karena berusaha mewawancarai Perdana Menteri Malaysia Najib Razak atas tuduhan korupsi. Kuasa hukum kedua jurnalis, Albert Tang, mengatakan reporter Linton Besser dan juru kamera Louie Eroglu terbang dari Kota Kuching, Serawak, menuju Singapura.
Mereka sebelumnya dijadwalkan menghadiri sidang untuk mendengarkan dakwaan mengganggu pejabat publik. Namun, mereka akhirnya tak jadi disidangkan dan tak jadi dijerat dakwaan. "Intinya, mereka dibebaskan," ujar Tang. Saat ditemui di Bandara Kuching, Linton mengatakan situasi sempat tak menentu selama beberapa hari, tapi dia menolak berkomentar lebih lanjut karena harus mengejar penerbangan.
Kedua jurnalis yang bekerja untuk tayangan investigatif Four Corners itu ditahan pada Sabtu (12/3), setelah mencoba mewawancarai PM Najib yang saat itu tengah menuju ke sebuah masjid di Kuching. Keduanya mencoba menanyakan skandal korupsi yang menjerat Najib termasuk uang US$681 juta yang ada di rekening sang perdana menteri. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop sebelumnya menyayangkan penahanan mereka.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved