Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat (AS) telah mengumumkan sanksi terhadap politisi Tiongkok yang disebut bertanggung jawab atas pelanggaran HAM terhadap minoritas muslim di Xinjiang.
Tiongkok dituduh melakukan penahanan massal, penganiayaan agama, dan sterilisasi paksa terhadap warga Uighur dan minoritas lainnya. Sanksi tersebut menargetkan kepentingan keuangan bos Partai Komunis daerah Chen Quanguo dan tiga pejabat lainnya.
Pihak Tiongkok diperkirakan telah menahan sekitar 1 juta orang, mayoritas warga Uighur di wilayah Xinjiang, di kamp pendidikan ulang dalam beberapa tahun terakhir. Chen, yang duduk di Politbiro Partai Komunis yang kuat, merupakan pejabat Tiongkok berpangkat paling tinggi yang
pernah terkena sanksi AS, kata pemerintahan Trump.
Dia dipandang sebagai arsitek kebijakan Beijing terhadap minoritas dan sebelumnya bertanggung jawab di Tibet. Pejabat lain yang menjadi target ialah Wang Mingshan, Direktur Biro Keamanan Umum Xinjiang; Zhu Hailun, seorang anggota partai senior di Xinjiang; dan mantan pejabat keamanan Huo Liujun.
Sanksi juga dikenakan pada Biro Keamanan Umum Xinjiang secara keseluruhan. Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan AS bertindak untuk melawan apa yang ia sebut sebagai pelanggaran yang mengerikan dan sistematis di wilayah Xinjiang.
“Amerika Serikat tidak akan berpangku tangan ketika PKC (Partai Komunis Tiongkok) melakukan pelanggaran HAM yang menargetkan warga Uighur, etnik Kazakh, dan anggota kelompok minoritas lainnya di Xinjiang,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.
AS juga memberlakukan pembatasan visa tambahan pada pejabat Partai Komunis lain yang tidak disebutkan nama nya yang diyakini bertanggung jawab atas pelanggaran di Xinjiang.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian mengatakan keputusan AS merupakan gangguan serius dalam urusan dalam negeri Tiongkok. Dia mendesak AS untuk mencabut keputusan tersebut atau Tiongkok akan mengambil tindakan tegas. (BBC/Hym/I-1)
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksiĀ empat kali lipat.
Menlu Tiongkok Wang Yi kecam perang di Timur Tengah dan desak AS kelola hubungan bilateral. Beijing tegaskan aliansi dengan Rusia tetap kokoh di tengah krisis global.
Kegiatan ini dilaksanakan guna menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa Indonesia bukan hanya di Tiongkok melainkan pula di tanah air.
Laporan CNN menyebut Tiongkok mulai alihkan dukungan finansial dan komponen rudal ke Iran. Simak analisis dampak geopolitik dan keterlibatan Rusia
Jubir NPC Tiongkok Lou Qinjian tegaskan tak ada negara boleh dominasi urusan internasional. Simak poin penting sidang parlemen Tiongkok 2026 di sini.
Wang mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan bin Abdullah bahwa ia menghargai sikap menahan diri Riyadh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved