Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGOSIATOR Amerika Serikat dan Taliban selangkah lagi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik 18 tahun di antara mereka. Dua seteru itu telah bertemu di Doha, Qatar, untuk menyelesaikan kesepakatan.
"Kami berada di ambang perjanjian yang akan mengurangi kekerasan dan membuka pintu bagi rakyat Afghanistan untuk duduk bersama menegosiasikan perdamaian yang terhormat dan berkelanjutan," ujar negosiator Washington untuk Afghanistan, Zalmay Khalilzad, di Twitter.
Khalilzad menambahkan bahwa dia akan melakukan perjalanan ke Kabul pada Minggu (1/9) 'untuk melakukan konsultasi'. Beberapa pejabat telah mengisyaratkan bahwa memindahkan pembicaraan ke Kabul dapat menandakan hasil positif.
Negosiator AS itu tidak mengatakan apakah dia memiliki teks akhir untuk diserahkan kepada otoritas Afghanistan.
"Meskipun ada spekulasi, kami belum memiliki pengumuman untuk dibuat," kata seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS. Ia menambahkan bahwa Khalilzad akan berbicara kepada sejumlah besar warga Afghanistan di Kabul, termasuk para pemimpin pemerintah.
Sebelumnya, juru bicara Taliban di Doha, Suhail Shaheen, mengatakan pada Sabtu (31/8) bahwa kesepakatan "hampir selesai". Namun, ia tidak merinci hambatan apa saja yang masih ada sehingga belum sampai pada kesimpulan.
Perjanjian tersebut akan berfokus pada penarikan pasukan AS di Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban, bahwa Afghanistan tidak akan digunakan sebagai tempat perlindungan jihadis.
Selain itu, negosiasi antara Taliban dan pemerintah Afghanistan perihal gencatan senjata juga akan menjadi pilar utama dari kesepakatan.
Baca juga: AS Tetapkan Tarif Baru Barang Impor Tiongkok Awal September
Kesepakatan seperti itu akan membantu menumbuhkan "Afghanistan yang bersatu dan berdaulat yang tidak mengancam Amerika Serikat, sekutu-sekutunya, atau negara lain mana pun", Khalilzad menambahkan dalam tweet hari Minggu.
Pasukan AS pertama kali dikirim ke Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 yang dilakukan oleh Al-Qaeda dan dilindungi oleh rezim Taliban.
Namun saat ini, Washington ingin mengakhiri keterlibatan militernya yang terpanjang dalam sejarah mereka. AS telah berbicara dengan Taliban sejak tahun 2018.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sebelumnya berharap kesepakatan dapat diselesaikan sebelum 1 September, menjelang pemilu di Afghanistan akhir bulan ini dan pemilihan presiden AS tahun depan.
Sementara itu, sebagian besar rakyat Afghanistan memilih tidak berkomentar ketika para perunding AS membuat kesepakatan dengan Taliban. Sebagian lainnya mengesampingkan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.
Sementara perundingan yang memasuki putaran kesembilan ini terjadi, kekerasan yang melibatkan Taliban masih terjadi. Pada Sabtu (31/8), sebuah serangan terjadi di kota utara Kunduz. Pasukan keamanan Afghanistan mengatakan mereka telah 'memukul mundur' serangan yang terkoordinasi itu. (AFP/OL-1)
MENTERI Luar Negeri RI Sugiono memastikan Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato dalam rapat perdana dalam KTT Board of Peace yang diinisasi Donald Trump
Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy melakukan penandatanganan kerja sama dengan beberapa perusahaan AS.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Washington, DC, Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan komitmen pemerintah Indonesia untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif saat berbicara di hadapan para pelaku usaha Amerika Serikat.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan langkah pemerintah dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5% sekaligus mempercepat pembangunan konektivitas.
Presiden RI Prabowo Subianto memulai agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, dengan bertemu sejumlah organisasi bisnis utama asal Negeri Paman Sam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved