Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
POLISI Rusia menangkap lebih dari 1.000 orang dalam aksi unjuk rasa di Moskow pada Sabtu (27/7). Penangkapan itu merupakan salah satu yang terbesar terhadap oposisi penantang kekuasaan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Demonstran beraksi dalam memprotes larangan bagi sejumlah tokoh oposisi untuk mengikuti pemilihan umum lokal. Menurut kubu oposisi, mereka dilarang berpartisipasi atas alasan politik.
Otoritas Rusia telah mendiskualifikasi sekitar 30 tokoh, dengan alasan mereka gagal mengumpulkan tanda tangan valid yang dibutuhkan untuk mendaftar.
Sekitar 3.500 orang turun ke jalan meskipun tidak mendapat izin pihak berwenang.
Kelompok pengunjuk rasa telah mencoba memblokade beberapa jalan di Moskow bagian tengah pada sore hari itu. Namun, sejumlah besar polisi dengan cepat dikerahkan ke daerah itu dan membubarkannya.
"Ini kota kita! Kami ingin pemilihan bebas," teriak kerumunan ketika polisi menutup lokasi demonstrasi.
Politikus Dmitry Gudkov ditangkap tak lama sebelum unjuk rasa dan dibebaskan pada malam hari. Sebelumnya, dia mengatakan, masa depan negara dipertaruhkan.
"Jika kita kalah sekarang, pemilu tidak akan ada lagi sebagai instrumen politik," katanya.
"Yang kita bicarakan ialah apakah sah untuk berpartisipasi dalam politik hari ini di Rusia. Kita berbicara tentang negara yang akan kita tinggali," tutupnya. (The Guardian/*/I-1)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved