Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENANGKAPAN kapal-kapal ikan asing oleh dua kapal pengawas perikanan Indonesia yakni Hiu 08 dan Hiu Macan Tutul (HMT) 02 tidak berjalan begitu mulus.
Pada 3 April lalu, ketika Hiu 08 tengah menggiring dua kapal ikan asing (KIA) berbendera Malaysia menuju Belawan, Sumatera Utara, muncul tiga helikopter dan sebuah kapal maritim Malaysia jenis speedboat dengan nama Penggalang 13. Kapal tersebut melakukan manuver dan mendekati Hiu 08 bersama tangkapannya. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) mengungkapkan kapal itu meminta Hiu 08 melepaskan dua kapal yang ditangkap.
"Permintaan tersebut ditolak. Kemudian kapal Malaysia melakukan negosiasi, meminta untuk melepas satu kapal saja, tapi permintaan tetap ditolak Hiu 08," ujar Agus di kantornya, Kamis (11/4).
Hal serupa terjadi pada penangkapan 9 April. Kala itu, HMT 02 yang membawa dua kapal tangkapan juga diintervensi helikopter Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).
Helikopter itu terbang rendah dan meminta HMT 02 membebaskan dua KIA berbendera Malaysia yang ditangkap. Namun, HMT 02 bergeming dan terus mengawal dua kapal pelanggar itu menuju pangkalan PSDKP Batam, Kepulauan Riau.
Perbuatan kapal dan helikopter milik pemerintah Malaysia yang memasuki wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat dikategorikan sebagai salah satu bentuk pelanggaran kedaulatan.
"Itu juga merupakan bentuk obstruction of justice (merintangi proses hukum) dengan menghalangi Hiu 08 dan Hiu Macan Tutul 02 yang sedang melaksanakan tugas dan kewenangan mereka," ucapnya. (A-2)
Industri galangan kapal nasional menyambut positif rencana pemerintah memberikan insentif fiskal berupa pembebasan bea masuk hingga 0%.
Presiden Prabowo Subianto percepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dengan progres tahap pertama 50%.
SEBANYAK 12 negara pemilik pantai yang ada di Samudera Hindia menggelar pertemuan membahas ikan tuna di 30th Session of the Coastal States Alliance (CSA 030) 30-31 Januari 2026 di Kuta Bali.
Saat ini daya tampung Pelabuhan Muara Angke hanya berkisar 400 hingga 500 kapal.
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved