Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
KEBERADAAN penjaga hutan kian terancam oleh keberingasan para pemburu satwa. Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 100 orang penjaga hutan tewas saat bertugas di kawasan Asia dan Afrika Tengah.
Berdasarkan pemantauan World Wildlife Fund (WWF), penjaga hutan kerap terlibat bentrokan dengan pemburu liar yang berusaha mengambil satwa terancam punah. Satwa buruan itu seperti badak, kucing hutan berbadan besar, singa, gorila, hingga trenggiling. Tak jarang penjaga hutan mengalami luka-luka, bahkan sampai meregang nyawa, saat menyelamatkan satwa liar.
Sejak 2009 lalu, jumlah total penjaga hutan yang kehilangan nyawa saat bertugas sebanyak 871 orang. Jumlah tersebut mengacu catatan International Ranger Federation (IRF) dan Thin Green Line Foundation.
Presiden IRF Sean Willmore mengungkapkan dari 107 penjaga hutan yang dinyatakan hilang dalam setahun terakhir, 40 orang di antaranya tewas saat melakukan patroli.
"Sedangkan 50 orang lainnya tewas karena kecelakaan di tempat kerjanya," ujar Willmore, dilansir dari AFP, Rabu (1/8).
Willmore memandang semestinya para penjaga hutan dilengkapi pelatihan dan peralatan yang memadai, untuk menjaga keselamatan diri.
"Dengan begitu, peluang mereka untuk pulang ke rumah setelah berpatroli, semakin besar," imbuhnya.
Di sisi lain, WWF yang akan mempublikasikan rincian temuan kasus pada akhir tahun ini, menilai peran penjaga hutan sangat besar terhadap keberlangsungan hidup satwa liar.
"Parahnya, hanya sebagian kecil penjaga hutan yang mendapatkan bayaran ideal, asuransi dan pelatihan yang memadai. Padahal risiko yang ditanggung untuk menyelamatkan satwa liar, sangat besar," tutur Lead WWF sekaligus Presiden The Ranger Federation of Asia Rohit Singh, Zero Poaching.
Sebagai gambaran, penjaga hutan di kawasan Asia memperoleh gaji per bulan sekitar AS$ 292 atau setara Rp4,2 juta. Gaji penjaga hutan di Afrika Tengah bahkan lebih rendah, yakni AS$ 150 atau Rp2,2 juta per bulan.
WWF pun mendesak pemerintah di berbagai wilayah untuk mengevaluasi kembali berbagai hal yang selama ini mengancam keselamatan penjaga hutan. Termasuk menelusuri kasus kematian penjaga hutan yang dirasa tidak wajar.
Belum lama ini penjaga hutan perempuan pertama, Rachel Katumawa, tewas terbunuh saat bertugas di Taman Nasional Virunga, Kongo. Beberapa waktu lalu, sekelompok anggota bersenjata bahkan menembak mati lima penjaga hutan lantaran menghalangi aksi perburuan mereka.(AFP/OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved