Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
SETELAH mengikuti Seminar for Directors of Media from Countries along The Silk Road Economic Belt di Xinjiang dan di perfektur otonomi Yining, 21-27 Juli 2018, sebanyak 23 pimpinan media dari 19 negara juga berkesempatan mengunjungi Beijing.
Di hari terakhir kegiatan, peserta studi (seminar) bertemu Vice Minister The State Counsil Information Office Guo Weimin, di kantornya di West Chang'an Avenue, Beijing Tiongkok, Sabtu (28/7).
Sebelum memberikan pernyataan, Weimin meminta para peserta menyampaikan kesan setelah melihat langsung pembangunan dan kemajuan di Xinjiang. Kepala Departemen Publikasi Partai Komunis China itu juga meminta masukan dari para peserta.
"Selamat datang di kantor kami. Anda telah pergi ke Xinjiang, Yining. Dan bertemu para ahli. Di sana adalah daerah otonomi khusus dengan banyak kelompok etnik dan beragam agama. Saya percaya Anda akan menulis apa yang sudah Anda lihat," ujar Weimin.
Hadir mendampinginya Wang Yanwen, Wakil Direktur The State Counsil Information Office. Lebih lanjut, ia menceritakan, lima tahun lalu saat pegi ke Xinjiang, belum ada jalan tol dari Urumqi ke Yining.
"Tetapi sekarang Anda bisa melihat bus bisa melaju cepat, dan jarang terjadi kecelakaan, meskipun jalan raya padat," tambahnya.
Selain jalan raya, tambahnya, aspek lain, seperti pembangunan gedung gedung, perumahan, kesehatan, dan pendidikan juga maju pesat, khususnya di Khorgos.
"Dulunya banyak kejahatan kriminal, separatis, ekstrimis. Tetapi dengan pembangunan yang cepat kami terus mengurangi semua tindak kejahatan tersebut, termasuk kejahatan teroriame," ujar Weimin lagi.
Untuk itu, ia berharap para peserta, melalui media masing-masing bisa menceritakan kemajuan di Xinjiang.
"Melalui laporan Anda, masyarakat si negara Anda juga bisa tahu dan datang mengunjungi negara kami," ujarnya.
Sementara itu, hampir semua para peserta mengakui pembangunan yang sangat cepat di Tiongkok, terutama di Xinjiang.
"Saya melihat langsung pembangunan di sini, Beijing, Xinjiang. Saya sangat berterima kasih ikut program ini. Semoga hubungan pemerintah China dengan negara saya lebih baik lagi," ujar Jean Musy, Editor in Chief Radio Zones Switzerland.
Hal yang sama juga di sampaikan Daniel Gerard Donovan, pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi Living in Ottawa, Kanada. Sedangkan wartawan senior Al Ahram, Tarek Ramadan Mohamed Hussein dari Mesir, sangat terkesan dengan Institut Islam Xinjiang.
Selama dua hari di Beijing, para peserta juga mengunjungi China Radio International (CRI) dan China Intercontinental Communication Center, di Wangjing.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved