Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Pesona Bulan Merah Luluhkan Hati Para Skygazers

Siti Retno Wulandari
28/7/2018 09:35
Pesona Bulan Merah Luluhkan Hati Para Skygazers
(ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

SKYGAZERS atau penikmat langit begitu terpesona saat berhasil menyaksikan fenomena super blood moon dalam durasi waktu yang lama.

Berada di tepi Danau Magadi, sekitar 100 kilometer barat daya Ibu Kota Kenya, Nairobi, anggota Komunitas Maasai berkumpul untuk menyaksikan fenomena langka tersebut dengan bantuan teleskop. Jantung mereka berdegup, apa yang mereka saksikan dianggap sebagai satu tontonan surgawi.

Hati mereka luluh pada keajaiban alam yang selama ini dianggap hanya ada dalam imajinasi para ilmuwan.

"Sampai hari ini, saya pikir Mars, Jupiter, dan planet-planet lain hanya berada dalam imajinasi para ilmuwan. Tetapi aku sudah melihatnya, aku percaya dan ingin menjadi astronom untuk memberitahu orang lain," ujar salah satu anggota komunitas, Purity Sailepo, 16, seperti dilansir pada AFP, Sabtu (28/7).

Berbeda dengan gerhana matahari, masyarakat tak perlu pelindung mata untuk menyaksikan fenomenan gerhana bulan total. Pada periode gerhana lengkap, saat bulan berwarna merah seperti darah, terlihat Mars berkilau di sampingnya.

Para astronom pun mencari tempat terbaik untuk menikmati suguhan langka tersebut. Beberapa tempat terbaik berada di Afrika bagian selatan, Australia, dan Madagaskar. Pun terlihat di Eropa, Asia Selatan, serta Amerika Selatan.

Di Tunisia, berkumpul lebih dari dua ribu orang dengan mayoritas anak-anak yang menenteng teropong.

"Saya harap gerhana ini akan membawa kita kebahagiaan dan kedamaian," kata Karima, 46, tanpa mengalihkan pandangannya dari langit.

Namun, cuaca buruk menghalangi tampilan kosmis di beberapa belahan dunia. Di India dan sekitarnya, hujan badai dengan awan tebal, berhasil menyembunyikan keindahan bulan.

Demikian juga yang terjadi pada kumpulan pengamat yang menunggu fenomena tersebut pada sisi tebing dan pantai di Dorset, Inggris. Mereka hanya bisa menyaksikan gelap, karena langit mendung.

"Ini mengecewakan. Aku mengambil beberapa foto tetapi tidak ada apa pun kecuali seberkas merah muda di langit," kata Tish Adams, 67.

Sementara yang berada di Rio de Janeiro, Brasil, lebih beruntung bisa mengabadikan bulan merah di langit yang cerah dengan ponsel.

"Saya pikir itu sangat cantik dan saya lebih menyukai planet Mars, yang dapat kita lihat tepat di samping bulan," kata Talita Oliveira, 34.(AFP/OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya