Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
MILITER Israel bersuara terkait penembakan yang dilakukan prajuritnya terhadap petugas medis Palestina, Razan al-Najjar.
Menurut mereka, penembakan itu terjadi tidak disengaja. Hal itu disampaikan melalui pernyataan resmi militer Israel.
"Dalam hasil penyelidikan awal ditemukan bahwa sejumlah kecil peluru ditembakkan dalam insiden itu. Tidak ada tembakan yang secara sengaja diarahkan kepada dirinya (Razan al-Najjar)," ujar pernyataan militer Israel, seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (6/6).
Tidak dijelaskan secara pasti apa yang menyebabkan terbunuhnya petugas medis berusia 21 tahun itu. Tetapi pihak Israel mengatakan bahwa penyelidikan tetap dilanjutkan dan hasilnya akan diserahkan kepada Departemen Hukum Militer Israel.
Kelompok pemerhati HAM menyebutkan adanya budaya bebas dari hukuman di dalam tubuh militer Israel, memungkinkan prajurit melenggang melakukan kekerasan berlebih terhadap warga sipil Palestina.
Setidaknya 125 warga Palestina terbunuh oleh penembak jitu Israel sejak dimulai protes 30 Maret lalu. Protes "Great Return March" ini menuntut kembalinya warga Palestina ke tanah yang dikuasai Israel dalam perang 1948.
Protes warga Palestina ini dipusatkan di perbatasan Gaza dan Israel. Seluruh korban tewas adalah warga Palestina dan tidak warga Israel yang menjadi korban. (Medcom/OL-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved