Headline

BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia

Bus Wonderful Indonesia Curi Perhatian di ITB Berlin

Micom
09/3/2018 14:17
Bus Wonderful Indonesia Curi Perhatian di ITB Berlin
(Ist)

MOMEN Internationale Tourismus Borse (ITB) 2018 di Berlin, Jerman, dimanfaatkan Kementerian Pariwisata untuk memperkenalkan brand Wonderful Indonesia.

Salah satunya melalui pemasangan logo Wonderful Indonesia ukuran jumbo di sejumlah bus. Selain itu, ditampilkan juga gambar keindahan daerah wisata di Indonesia, seperti Bali, Borobudur, Raja Ampat, dan panorama bawah laut Pulau Komodo yang eksotis.

Kehadiran bus Wonderful Indonesia yang begitu menyolok ternyata mampu mencuri perhatian masyarakat Jerman, juga wisatawan yang berada di sana.

Di Jerman, bus Wonderful Indonesia melewati rute seperti Tauentzienstrasse Checkpoint Charlie, Lustgarten, East Side Gallery, Strausberger Platz, Mauerpark, Hauptbahnhof, Brandenburg Tor, Siegessaule. Branding Wonderful Indonesia akan terpasang hingga April 2018.

ITB Berlin 2018 merupakan ajang berkumpulnya wholeseller, buyer, dan seller pariwisata di seluruh dunia. Dengan mem-branding bus-bus itu, maka semua mata di Berlin bakal memperhatikan Indonesia.

"Mumpung semua pelaku bisnis pariwisata dari 187 negara, dari 5 benua, 10.000 exhibitors, 1.000 buyers top dunia, 26.000 pengunjung konvensi, 120.000 trade visitors kumpul di Berlin, maka ini timing yang pas untuk menaikkan selling sekaligus branding Wonderful Indonesia di komunitas pariwisata dunia. Kita menemukan momentum istimewa, maka kita curi peluang," kata Menpar Arief Yahya, melalui keterangannya yang diterima, Jumat (9/3).

Menurutnya, ITB Berlin menjadi rujukan tren pariwisata dunia. Semua perkembangan terkini yang terkait teknologi, digital, destinasi, maskapai, aksesibilitas, dan pemasaran di sektor pariwisata dunia, terbaca di acara ini.

"Ketika brand Wonderful Indonesia naik, orang dengan mudah mencari informasi tentang industri pariwisata Indonesia. Keunggulan dan daya tarik Indonesia bukan hanya dari keindahan destinasi, alam budaya, dan buatan manusia, tetapi juga potensi investasi di sektor pariwisata," kata Menpar.

Menurutnya, pelaku pariwisata rata-rata orang yang melek teknologi dan kekinian. Mereka hobi narsis, pecandu selfie, aktif upload foto, dan video pendek di media sosial, dan digital lifetyle. Dengan demikian, branding bus-bus dan outdoor di Berlin itu memberi umpan kepada mereka untuk bahan bermain di medsos.

"Mereka punya peluru untuk posting dan menjadi viral di digital. Sangat efektif dibicarakan publik di darat (dunia nyata) maupun di dunia maya," ujar Arief menjelaskan.

Pasar Jerman sendiri masih potensial untuk digali. Sebab, wisatawan mancanegara asal Jerman yang ke Indonesia menempati tiga besar untuk kawasan Eropa, setelah Inggris dan Prancis. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya