Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Mawar Peggy Martin: Bunga yang Selamat dari Amukan Badai Katrina

Abi Rama
29/8/2025 13:00
Mawar Peggy Martin: Bunga yang Selamat dari Amukan Badai Katrina
Mawar Peggy Martin mekar di taman Martin di Gonzales, Louisiana, Amerika Serikat. (CNN)

KETIKA Badai Katrina menerjang Louisiana pada 29 Agustus 2005, hampir semua tanaman milik Peggy Martin di Phoenix, Plaquemines, musnah. Dari sekitar 450 jenis mawar antik yang ia rawat, hanya satu tanaman yang selamat.  Jenis mawar merambat berwarna merah muda yang kini dikenal sebagai Peggy Martin Rose.

“Kami kehilangan segalanya yang kami miliki, setiap tanaman mati total. Tapi saat saya berjalan melewati rumah ibu saya menuju gudang traktor, saya melihat batang-batang hijau panjang menggantung di sana. Saya hampir tidak percaya itu (bunga) masih hidup,” ujar Peggy Martin dalam kutipan CNN Science.

Martin menanam bunga itu sejak 1989, diberikan oleh salah satu temannya temannya. Namun, asal-usul pasti dari bunga tersebut masih belum diketahui.

“Saya sudah melakukan penelitian, bepergian, mencoba menelusuri jejaknya (bunga), tapi tetap tidak menemukan asalnya. Dalam hati, saya yakin mawar ini memang istimewa,” ucapnya.

Ketika badai menerjang, banjir setinggi 5–6 meter menenggelamkan Phoenix. Orang tua Martin, Rosalie dan Pivon Dupuy, yang memilih bertahan di rumah, meninggal akibat bencana tersebut. 

“Dalam hati, saya pikir mawar ini adalah pesan dari orang tua saya. Seperti mereka meninggalkan sesuatu untuk saya agar tetap kuat,” katanya.

Stek

Fenomena ini kemudian membuat Profesor William C. Welch dari Texas A&M University memperbanyak stek tanaman dan menamainya Peggy Martin Rose. Profesor tersebut kemudian meminta izin kepada Martin untuk menggunakan namanya pada mawar tangguh tersebut.

“Dia bertanya, apakah boleh mawar ini dinamai dengan nama saya. Waktu itu saya seperti zombie, sedang berduka, tapi saya bangga. Saya merasa terhormat,” ujar Martin.

Simbol Harapan

Seiring waktu, Peggy Martin Rose menjadi simbol harapan. Popularitasnya melejit, tersebar ke seluruh penjuru Amerika, bahkan menjadi tema acara tahunan bernama “Peggy Palooza.” Martin kerap diundang untuk berbicara di berbagai pertemuan taman dan kelompok pecinta mawar.

“Saya bepergian ke New York, California, dan banyak negara bagian lain. Saya bercerita tentang mawar ini, dan semua orang mencintainya,” kata Martin. 

Kini, hampir 20 tahun setelah badai, mawar ini tumbuh subur di berbagai taman. Kisahnya masuk ke dalam buku berkebun, buku anak-anak, hingga media sosial dengan tagar #ShowUsYourPeggy. (CNN/Z-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya