Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Blambir: Sejarah Pemadam Kebakaran dan Asal Usul Nama di Tanah Sunda

Media Indonesia
28/8/2025 21:50
Blambir: Sejarah Pemadam Kebakaran dan Asal Usul Nama di Tanah Sunda
Ilustrasi, blambir(freepik)

DI Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat Sunda, istilah blambir sering digunakan untuk menyebut kendaraan atau petugas pemadam kebakaran. Namun, tahukah Anda dari mana asal kata blambir dan bagaimana sejarah pemadam kebakaran di Indonesia? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami.

Asal Usul Istilah Blambir

Kata blambir atau sering juga disebut blanwir berasal dari bahasa Belanda, yaitu brandweer, yang berarti pemadam kebakaran. Pada masa kolonial Belanda, petugas pemadam kebakaran dikenal dengan nama brandweer. Karena pengucapan kata ini sulit bagi lidah orang Indonesia, terutama masyarakat Sunda, maka kata tersebut disederhanakan menjadi blambir atau blanwir. Fenomena ini mirip dengan kata odading yang berasal dari odat ding, menunjukkan bagaimana kata asing diadaptasi ke dalam bahasa lokal.

Sejarah Pemadam Kebakaran di Indonesia

Jejak pemadam kebakaran di Indonesia sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Organisasi pemadam kebakaran yang disebut de Brandweer mulai dibentuk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Salah satu catatan penting adalah kebakaran besar di Kramat-Kwitang, Jakarta, pada tahun 1873. Peristiwa ini mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk membentuk satuan pemadam kebakaran secara resmi pada tahun 1915 melalui peraturan bernama Reglement op de Brandweer.

Pada masa itu, peralatan pemadam kebakaran masih sederhana. Petugas menggunakan ember untuk mengangkut air dari sumber terdekat dan menyiramkannya ke titik api. Mereka juga memakai tangga dan alat penyemprot air manual. Pakaian petugas pun belum tahan api, lebih berfungsi untuk melindungi dari air ketimbang panas.

Peralatan dan Tugas Blambir di Era Modern

Hari ini, petugas pemadam kebakaran atau blambir tidak hanya bertugas memadamkan api. Mereka juga dilatih untuk menangani bencana seperti banjir, gempa bumi, hingga menyelamatkan hewan atau orang yang terjebak. Peralatan modern seperti truk pemadam kebakaran, pompa listrik, dan alat pemadam api ringan (APAR) telah menggantikan ember dan alat sederhana zaman dulu. Truk pemadam kebakaran, yang sering disebut blambir oleh masyarakat Sunda, kini dilengkapi dengan tangki air besar dan selang bertekanan tinggi.

Blambir dalam Budaya Sunda

Di tanah Sunda, istilah blambir sangat populer, terutama di kota-kota seperti Bandung, Cirebon, dan Bogor. Media lokal seperti koran berbahasa Sunda Sipatahoenan pada tahun 1937 pernah mencatat aksi heroik petugas blambir di Cirebon saat memadamkan kebakaran besar di Desa Pakalangan. Meski terkendala angin kencang dan cuaca panas, petugas berhasil memadamkan api setelah dua jam berjuang. Kisah-kisah seperti ini menunjukkan betapa pentingnya peran blambir dalam menjaga keselamatan masyarakat.

Mengapa Blambir Penting?

Petugas pemadam kebakaran, atau yang akrab disebut blambir, adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka berisiko tinggi, menghadapi api, asap, bahkan bangunan runtuh demi menyelamatkan nyawa dan harta benda. Di era modern, tugas mereka semakin beragam, mulai dari evakuasi korban bencana hingga memberikan pelatihan pencegahan kebakaran kepada masyarakat.

Tips Mencegah Kebakaran di Rumah

Untuk mengurangi risiko kebakaran, berikut beberapa tips sederhana yang bisa Anda lakukan:

  • Matikan peralatan listrik seperti kompor atau kipas angin saat tidak digunakan.
  • Jauhkan bahan mudah terbakar seperti bensin atau tiner dari sumber api.
  • Jangan biarkan anak-anak bermain dengan korek api.
  • Siapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah untuk keadaan darurat.

Kesimpulan

Istilah blambir tidak hanya sekadar nama untuk pemadam kebakaran di tanah Sunda, tetapi juga mencerminkan sejarah panjang dan adaptasi budaya dari era kolonial Belanda. Dari alat sederhana seperti ember hingga truk modern, perjalanan blambir menunjukkan perkembangan teknologi dan dedikasi petugas dalam menjaga keselamatan. Dengan memahami sejarah dan peran blambir, kita bisa lebih menghargai kerja keras mereka dan turut mencegah kebakaran di lingkungan sekitar.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya