Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN ringan adalah jenis makanan yang dikonsumsi dalam porsi kecil sebagai selingan antara waktu makan utama, seperti sarapan, makan siang, atau makan malam.
Makanan ini biasanya dimakan untuk mengganjal perut, mengisi waktu luang, atau sekadar untuk dinikmati karena rasa dan teksturnya yang menarik.
Makanan ringan umumnya tinggi kalori dan rendah nutrisi. Konsumsi berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik dapat menyebabkan berat badan naik drastis.
Snack manis seperti kue, cokelat, dan permen mengandung gula tinggi yang bisa menyebabkan resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes.
Makanan ringan yang digoreng dan tinggi lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.
Konsumsi rutin makanan ringan berlemak, asin, dan manis berisiko menimbulkan plak di pembuluh darah dan memperbesar kemungkinan serangan jantung atau stroke.
Banyak snack mengandung garam atau sodium tinggi, yang bisa memicu hipertensi jika dikonsumsi terus-menerus.
Makanan ringan rendah serat dapat menyebabkan sembelit, perut kembung, dan gangguan pencernaan lainnya.
Snack yang diproses secara khusus seringkali mengandung zat aditif, MSG, atau pemanis buatan yang membuat lidah ketagihan dan terus ingin makan lagi.
Terlalu banyak makan snack bisa membuat seseorang kenyang palsu dan malas makan makanan utama yang lebih bergizi, menyebabkan kekurangan vitamin dan mineral penting.
Snack manis atau lengket bisa menempel di gigi dan merusak enamel gigi, terutama jika tidak diimbangi dengan kebersihan mulut yang baik.
Kandungan gula dan lemak jenuh dalam snack bisa mengganggu keseimbangan hormon, termasuk hormon insulin, leptin, dan kortisol.
Terlalu banyak gula bisa menyebabkan lonjakan energi sesaat, lalu disusul dengan rasa lelah, murung, atau cemas. Ini dikenal sebagai efek “sugar crash.”
Beberapa makanan ringan yang mengandung bahan pengawet dan zat kimia buatan berpotensi bersifat karsinogenik jika dikonsumsi secara terus-menerus.
Tidak semua makanan ringan buruk, selama dikonsumsi dengan bijak dan tidak menggantikan makanan utama. Yang menjadi masalah adalah jika makanan ringan tinggi garam, gula, atau lemak trans, mengandung bahan pengawet, pewarna buatan, atau MSG berlebih. (Z-4)
UMKM binaan Bea Cukai Bekasi, PT Elok Niaga Indonesia, kembali ekspor 1,9 ton makanan ringan Mama Yon ke Jepang, bukti sukses UMKM tembus pasar global.
Sebanyak 10 kontainer berisi produk makanan ringan produksi PT URC Indonesia resmi diekspor ke Pantai Gading. Pelepasan ekspor dilakukan di Cikarang Dry Port.
Makanan ringan merupakan camilan yang dikonsumsi di antara waktu makan utama, yang bisa bernilai sehat bila dipilih dengan tepat, atau sebaliknya berisiko bila terlalu banyak
Appetizer: Lezatnya hidangan pembuka, bangkitkan selera makan sebelum nikmati hidangan utama. Temukan ragam appetizer menggugah!
Taro ingin mengajak keluarga di Indonesia berpartisipasi di ajang Jakarta Lebaran Fair yang berlangsung sejak 19 Maret hingga 6 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved