Headline

RI-AS membuat protokol keamanan data lintas negara.

Fokus

F-35 dan F-16 menjatuhkan sekitar 85 ribu ton bom di Palestina.

Wukuf di Tengah Suhu Tinggi

Haufan Hasyim Salengke
23/9/2015 00:00
Wukuf di Tengah Suhu Tinggi
(Sumber: Pew Research Center)

JEMAAH calon haji dari berbagai negara, termasuk jemaah asal Indonesia, akan melaksanakan wukuf di Padang Arafah hari ini. Di tengah terik panas 46 derajat celsius di siang hari, kemarin, ribuan jemaah dengan berpakaian ihram berduyun-duyun menuju Arafah.

Salah satu terowongan yang menjadi pintu masuk ke wilayah Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), yaitu terowongan King Fahd, mulai ditutup bagi kendaraan. Hanya kendaraan berstiker khusus yang diperbolehkan melintas, sedangkan jemaah hanya berjalan kaki.

Beruntung jemaah calon haji asal Indonesia, mereka tidak perlu berjalan kaki. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menyediakan 1.040 bus untuk mengangkut 155.200 jemaah haji reguler Indonesia ke Arafah. Mereka akan ditempatkan di 52 maktab yang masing-masing menampung sekitar 3.000 orang.

Mengingat perkiraan cuaca saat prosesi wukuf di Arafah bisa mencapai 47-48 derajat celsius, Kasie Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Mekah Thafsin Alfarizi mengimbau jemaah haji memperbanyak minum, mengonsumsi kurma, serta memakai masker.

"Suhu panas ini berpotensi menimbulkan heatstroke. Ketika berada di Mina, jemaah sudah disarankan untuk tidak memakai pakaian tebal dan menghindari terpapar matahari," katanya di Mekah, Arab Saudi, kemarin. Ia juga menyarankan melempar jumrah pada malam hari.

Mengetahui ancaman suhu panas itu, Ahmad Taufik, jemaah haji asal Tuban yang tinggal di Pemondokan 626, wilayah Syisyah, sudah menyiapkan air minum di banyak botol air, termasuk makanan.

"Saya bawa makanan dan minuman banyak karena pergi bersama bapak dan ibu saya. Ada nasi dan lauk pauk, serta mi instan," ujarnya.

Persiapan yang sama juga dilakukan Endang Puji dari Kloter 36/Embarkasi Surabaya.

"Selain air minum, saya juga sangu buah-buahan," katanya.

Khusus bagi jemaah yang sakit, Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, Mawari Edy, mengatakan akan dilaksanakan safari wukuf.

Jemaah yang hilang kesadaran dan stres tidak akan dibawa ke Arafah. Mereka akan disertakan ke badal haji, termasuk jemaah yang wafat.

Minta maaf

Ketika wukuf dilaksanakan di Arafah hari ini, PP Muhammadiyah menetapkan hari ini sebagai Hari Raya Idul Adha 1436.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashit meminta maaf kepada pemerintah karena ada perbedaan dengan ketetapan pemerintah.

"Tadi PP Muhammadiyah menyampaikan mohon maaf sudah puasa hari ini (kemarin). Karena besok (hari ini) sudah hari raya kurban. Jadi, tahun ini ada perbedaan," ujar Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengutip Ketua PP Muhammadiyah seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, kemarin.

Dalam menyikapi perbedaan itu, berbagai daerah pun menunjukkan toleransi.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dalam surat edarannya meliburkan seluruh sekolah hari ini.

Dinas Pendidikan Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), hanya memberikan toleransi kepada siswa dan guru untuk melakukan salat Idul Adha terlebih dahulu sebelum kembali bersekolah.

(Bay/LD/Ant/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya