Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan RI akan melakukan kajian mengenai pentingnya Badan Bahasa masuk dalam struktur Kementerian Kebudayaan. Hal itu sebagai upaya untuk melakukan pemajuan kebudayaan.
“Dari sisi SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kerja), sebenarnya dari hati kecil (saya) merasa bahwa Badan Bahasa itu lebih cocok kalau masuk ke dalam Kementerian Kebudayaan,” kata Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Kebudayaan di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Selasa (4/2).
“Teman-teman di Komisi X jika kita ingin mendukung ide ini kita minta BKD (Badan Keahlian Dewan) untuk melakukan kajian. Ini belum pernah kita bahas tapi menurut saya sangat penting sekali supaya ada kesatuan,” jelasnya.
Saat ini Badan Bahasa berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga berpandangan serupa. “Kami sebenarnya sejak awal menginginkan badan bahasa itu di Kementerian Kebudayaan karena setelah kami pelajari memang lebih banyak terkait dengan program-program kebudayaan, termasuk objek pemajuan kebudayaan,” ujarnya.
Ia mengatakan bahasa sendiri merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. “Tentu saja berkaitan juga dengan pendidikan dasar dan menengah tapi mungkin lebih banyak kepada kurikulum. Padahal saya kira baik bahasa maupun sastra lebih dekat ke dalam rumpun kebudayaan,” kata Fadli.
Ia mengatakan akan menyampaikan perihal ini kepada Presiden untuk selanjutnya dilakukan kajian.
Fadli mengatakan pemindahan Badan Bahasa ke Kementerian Kebudayaan bertujuan agar bisa lebih mudah dalam koordinasi terkait kebijakan maupun riset.
“Terutama juga bahasa-bahasa daerah. Banyak bahasa daerah yang sekarang ini posisinya ada yang lestari atau masih banyak penuturnya, tapi ada juga beberapa bahasa daerah yang terancam, ada yang sudah punah. Ini saya kira ada problem institusional nantinya di situ,” paparnya.
“Apalagi terkait dengan para peneliti yang juga mereka terpisah. Jadi kami dapat masukan, hasil-hasil penelitian yang dulu sudah dikumpulkan, dengan adanya perubahan-perubahan termasuk dengan persoalan riset dengan institusi BRIN, ini juga menjadi persoalan yang perlu ditengahi. Terutama hasil-hasil riset terkait bahasa,” pungkasnya. (Ifa)
Pemerintah Indonesia memperbarui daftar eksonim nama negara. Cek perubahan resmi seperti Tailan, Afganistan, dan Swis untuk dokumen formal di sini.
Pemerintah Indonesia resmi memperbarui standardisasi ejaan nama-nama negara asing dalam bahasa Indonesia guna menyelaraskan penulisan dengan kaidah ortografi dan fonologi nasional.
Hingga saat ini, KBBI Daring telah menerima 255.629 usulan dari masyarakat, degan 181.220 usulan atau sekitar 70,89 % di antaranya telah disunting.
BADAN Bahasa meminta pemerintahan daerah memiliki ruang strategis dalam rangka pelestarian bahasa daerah melalui program Revitalisasi Bahasa daerah (RBD).
KEPALA Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menilai peran bahasa daerah pada kegiatan belajar mengajar (KBM) menjadi hal yang positif untuk menarik minat belajar siswa.
Isi nota kesepahaman tersebut antara lain peningkatan kecakapan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penginternasionalan Bahasa Indonesia.
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat umum
KMI akan segera membentuk tim kerja bersama yang terdiri dari Kementerian Kebudayaan, bersama perwakilan dalam ekosistem musik.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengatakan bahwa kegiatan ini erat kaitannya dengan literasi.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan kehormatan atas kehadiran para delegasi dari 39 negara serta para pemimpin daerah dari seluruh provinsi di Indonesia pada CHANDI 2025
Peluncuran prangko ini merupakan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan narasi sejarah sebagai bagian dari memori kolektif bangsa,
"Tugas kita bersama adalah menghidupi dan menghidupkan kebaya melalui berbagai aktivitas dan acara dengan dukungan bersama dari pemerintah, komunitas, serta seluruh masyarakat,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved