Sabtu 26 November 2022, 23:17 WIB

Akademisi: Lawan Narasi Khilafah dengan Konsep Rahmatan Lil Alamin

mediaindonesia.com | Humaniora
Akademisi: Lawan Narasi Khilafah dengan Konsep Rahmatan Lil Alamin

Ist
Sekjen Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) Dr H Jihaduddin MPd

 

SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Mathlaul Anwar (PBMA) Dr H Jihaduddin MPd mengatakan narasi ilusi khilafah sebagai solusi segala permasalahan bangsa, merupakan hasil dari kekeliruan atas sempitnya pola pikir dan pengetahuan.
 
"Kenapa yang diangkat hanya soal itu itu saja? Karena mereka hanya melihat dari sisi, bagaimana sebuah pemerintahan itu semestinya memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya. Dia menganggap yang bisa menyejahterakan itu saat ini hanya dengan konsep khilafah, padahal tidak seperti itu," ujar Jihaduddin seperti dilansir Antara di Jakarta, Sabtu (26/11).
 
Menurut dia, penerapan sistem kekhilafahan menurutnya bukanlah solusi mutlak sebagaimana yang dipromosikan termasuk dalam hal ekonomi. Namun, dia menganggap ada cara lain yang bisa  diaplikasikan dalam masyarakat untuk menyelamatkan bangsa dari berbagai problem kebangsaan.
 
"Tentunya dengan konsep Islam yang rahmatan lil alamin yang saling mendukung. Kalau semuanya saling memahami dan menolong tentunya nggak mungkin akan terjadi juga (dampak resesi)," tutur pria yang akrab disapa Kiai Jihad ini.

Dia menjelaskan, prinsipnya ketika semua umat menyadari betul bahwa fungsi agama adalah untuk menyelesaikan berbagai masalah, maka diyakini kondisi kebangsaan akan baik-baik saja.
 
Selain itu, umat juga meyakini dengan baik ajaran agama dan keyakinannya, tidak setengah-setengah sehingga dalam Islam, pemahaman konsep Islam rahmatan lil alamin itulah yang perlu dipelajari dan diperdalam.


Baca juga: Kemenag RI Akan Selenggarakan Festival Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Seni Keagamaan

 
"Saya melihat dari hampir 150 pemuka agama dunia di acara Religion Forum (Forum Agama) atau R20 di rangkaian G20 di Bali kemarin, mereka meyakini bahwa fungsi agama adalah untuk menyelesaikan masalah apa pun. Bukan untuk menjadikan konflik. Saya kira semuanya akan baik-baik saja," ujar Kiai Jihad yang hadir di Forum tersebut mewakili ormas Islam PBMA ini.
 
Wakil Rektor Universitas Mathlaul Anwar Banten ini kembali menegaskan bahwa khilafah bukan solusi untuk problem kebangsaan, namun pemerintahan bersih dan masyarakat yang menyadari dengan baik sejarah pembentukan bangsa ini merupakan kunci dalam menghadapi berbagai permasalahan.
 
"Jadi saya sepakat bahwa bukan persoalannya khilafahnya, tapi pemerintah manapun kalau dia sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, kesepakatan bangsa yang berlaku, saya kira semuanya akan baik dan bisa diatasi," ujar Jihad.
 
Jihad menjelaskan bahwa saat ini masyarakat sudah tidak begitu tertarik dengan isu khilafah karena masyarakat telah bosan dan kian enggan menanggapi narasi-narasi liar khilafah yang terus-menerus bergulir di setiap kesempatan.
 
"Kalau menurut saya, sekarang masyarakat sudah tidak minat dengan narasi seperti itu. Masyarakat sudah terbiasa. Kalaupun penyebar narasi saya rasa tidak akan pernah berhenti. Tetapi masyarakat sudah biasa saja menanggapinya," imbuhnya. (Ant/OL-16)

Baca Juga

MI/ HO

BSM Umat Bertransformasi jadi BSI Maslahat

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 14:52 WIB
Transformasi BSI Maslahat diharapkan membuat llembaga tersebut menjadi yang terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi...
ANTARA/Anis Efizudin

Wisatawan Perlu Edukasi untuk Naik Candi Borobudur

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 Januari 2023, 13:00 WIB
"Ke depan ada paradigma baru untuk bisa datang dan bisa naik ke Candi Borobudur harus rela melakukan...
Ist

Barista Innovation Challenge 2022 Sajikan Ragam Kreasi Menu Unik 

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 12:19 WIB
Barista Course ini diharapkan dapat memfasilitasi barista Indonesia untuk dapat berkarya di kancah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya