Jumat 23 April 2021, 01:50 WIB

Hari Bumi 2021 : Upaya Bersama Menjaga Kelestarian Air

Ghani Nurcahyadi | Humaniora
Hari Bumi 2021 : Upaya Bersama Menjaga Kelestarian Air

Dok. Pribadi
Webinar soal pelestarian air di Indonesia

 

BERDASARKAN data World Resources Institute (WRI) pada 2013 lalu, terdapat 36 negara dengan tingkat stres air (water stress, situasi ketika cadangan air tidak mencukupi jumlah permintaan air di negara tersebut) yang sangat tinggi. Meski Indonesia bukanlah salah satunya, tetapi dalam data stres air WRI tersebut, Indonesia tergolong sebagai negara dengan tingkat stres air yang cukup tinggi, yang berarti Indonesia juga memiliki potensi krisis air yang besar di masa depan. 

Dengan kondisi seperti saat ini, konservasi air menjadi sesuatu yang wajib dilakukan di Indonesia, terutama di wilayah-wilayah yang memang rentan kekeringan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Untuk itu diperlukan kerjasama dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengendalian Daerah Aliran Sungai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Saparis Soedarjanto menjelaskan, pemerintah tengah melakukan berbagai upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagai bagian dari inisiatif memperkuat daya dukung Daerah Aliran Sungai (DAS) dan mengurangi kejadian bencana hidrometeorologi.

“Upaya pemulihan ini dilakukan secara fisik melalui kegiatan RHL dan pembuatan bangunan sipil teknis, maupun dengan membangun kesadaran dan peran masyarakat, pemerintah daerah dan swasta. Dalam hal ini kami juga mengapresiasi sektor swasta yang dalam menjalankan usahanya tetap mengedepankan prinsip-prinsip keberlanjutan dan terus berinovasi dalam mengembangkan berbagai inisiatif untuk bersama menjaga kualitas dan kuantitas air," ujar Saparis dalam webinar Konservasi Air Demi Masa Depan, Kamis (22/4).

Head of Climate & Water Stewardship Danone Indonesia, Ratih Anggraeni menegaskan, pihaknya bersama masyarakat dan para mitra terus berkomitmen dan telah melakukan berbagai inisiatif pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan melalui berbagai upaya konservasi, pertanian ramah lingkungan, serta penyediaan akses air bersih baik bagi masyarakat. 

Baca juga : Butuh Pendekatan Holistik Atasi Masalah Sampah di Indonesia

"Selain itu kami juga selalu berupaya untuk menargetkan penghematan dan pemanfaatan kembali air, serta menjalankanpraktik bisnis yang bertanggung jawab dan sesuai dengan regulasi terkait penggunaan sumber daya air yang ditetapkan oleh pemerintah," ujarnya.

Menurut Ratih, berkat kemitraan yang terbangun bersama dengan pemerintah pusat dan lokal, masyarakat, serta LSM, hingga saat ini, Danone Indonesia tercatat telah berhasil menanam hingga lebih dari 2,4 juta pohon, membangun lebih dari 1.900 sumur resapan, membangun lebih dari 80.000 lubang biopori, membangun fasilitas panen hujan, serta membuka akses air bersih dan sanitasi (WASH) yang menjangkau lebih dari 361.000 orang. 

Bekerja dengan para ahli dan pemangku kepentingan lokal, Danone Indonesia juga berupaya untuk melakukan mitigasi dampak penurunan sumber daya air akibat perubahan iklim seperti yang dilakukan di DAS Rejoso, Jawa Timur. Inisiatif ini diharapkan dapat memulihkan DAS tersebut yang saat ini mengalami tekanan dengan perubahan tutupan lahan dan penggunaan air yang tidak bertanggung jawab. 

Selain itu, Danone Indonesia juga bergabung dan menjalin kolaborasi bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia (AWS Indonesia), PT Coca-Cola Indonesia, Global Water Partnership Southeast Asia, PT L’Oréal Indonesia, PT Multi Bintang Indonesia, PT Nestlé Indonesia, dan PT Unilever Indonesia, Tbk untuk mengembangkan Koalisi Air Indonesia yang menjadi bentuk kemitraan multipihak untuk penatalayanan air melalui aksi kolektif, penerapan standar keberlanjutan dan praktek terbaik, serta upaya menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengelolaan sumber daya air di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) yang didalamnya turut mengatur mengenai tata kelola dan mekanisme pembiayaan.

“Kami berharap, kedepannya seluruh pihak termasuk seluruh pengguna air dapat memaknai betapa berharganya air dan memanfaatkannya secara bijak sekaligus menjaga kelestariannya lebih baik lagi sehingga kualitas, kuantitas dan keberlanjutannya dapat terus terjaga,” tutup Ratih. (RO/OL-7)

Baca Juga

MI/NAVIANDRI

Rektor ITB Menjamin Mutu Pendidikan di Sekolah Bisnis dan Manajemen tidak Berkurang

👤Naviandri 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:50 WIB
Rektor ITB sudah berbicara dengan juru bicara orangtua mahasiswa SBM ITB dan menyampaikan...
ANTARA

Perpustakaan Digital Diperlukan Untuk Memperluas Akses Bacaan

👤Widhoroso 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:47 WIB
KEPALA Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengatakan perpustakaan digital dibutuhkan untuk perluasan akses...
Antara

Update 10 Agustus: Angka Covid-19 di Jakarta Naik 2.224 Kasus

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 20:39 WIB
Angka itu setara dengan 37,5 persen dari total kasus hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya