Rabu 09 September 2020, 17:50 WIB

Menko PMK: Berdayakan Penyandang Disabilitas untuk Kesetaraan

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Menko PMK: Berdayakan Penyandang Disabilitas untuk Kesetaraan

dok. Kemenko PMK
Menko PMK Muhajdir Effendi.

 

Persoalan ketimpangan penyandang disabilitas menjadi tantangan besar dalam pembangunan manusia Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengutarakan saat ini masih banyak permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas.

Menurut Muhadjir rendahnya angka partisipasi bersekolah penyandang disabilitas, rendahnya keterserapan disabilitas dalam pekerjaan, dan persoalan kebijakan yang belum inklusif masih menjadi persoalan yang dihadapi untuk itu , pemerintah berkomitmen menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi penyandang disabilitas.

Muhadjir Effendy mengemukakan hal itu, saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional Temu Inklusi ke-4 Tahun 2020 yang digelar virtual, oleh Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), pada Rabu (9/9).

Baca juga: Program Pengaman Sosial Kemensos Diharap Mampu Atasi Stunting

"Masalah penyandang disabilitas merupakan persoalan yang harus kita hadapi dan segera kita atasi dengan komitmen yang kuat, baik berdasarkan akal sehat maupun hati nurani tentang pentingnya kita mengarusutamakan masalah disabilitas ini,"tegas mantan Mendikbud itu.

Hemat dia, persoalan ketimpangan penyandang disabilitas bukan hanya dalam pemenuhan hak. Tidak kalah penting adalah memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas agar mampu menunaikan kewajibannya sebagai warga negara.

"Ini yang sering kita abaikan, seolah mereka warga negara yang tidak memiliki kewajiban. Padahal, ketika kita ingin menyetarakan kedudukan dari para warga disabilitas pada saat yang bersamaan mereka juga harus diberikan peluang untuk melaksanakan kewajibannya," tegas Muhadjir

Dia mengingatkan penyandang disabilitas masih sering diperlakukan dengan rasa iba sebagai objek kedermawanan, sebagai objek penyembuhan. Hal tersebut harus diubah. Muhadjir menekankan, saat ini yang terpenting memberikan peluang agar para penyandang disabilitas bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik sebagai warga negara Indonesia.

Paradigma dalam memperlakukan penyandang disabilitas menurutnya perlu diubah menjadi paradigma pemberdayaan. "Penyandang disabilitas adalah warga negara yang harus diberi peluang diberi penghargaan. Dan harus diberi kesempatan untuk memiliki derajat yang sama dengan yang lain, kesetaraan kesepadanan dalam banyak hal sebagai warga negara lainnya. Ini yang harus kita pahami," tegasnya.

Kebijakan inklusi perlu dikedepankan dalam pembangunan manusia Indonesia di berbagai aspek kehidupan serta pemberdayaan penyandang disabilitas. Hal tersebut dalam rangka untuk menyetarakan hak dan kewajiban penyandang disabilitas sebagai warga negara Indonesia.

"Saya yakin kebijakan inklusi ini masih terus dilaksanakan. Karena itu dalam upaya kita untuk memberikan peluang yang sama dalam mendapatkan hak-haknya, maka mereka harus disiapkan dengan baik guna meraih hak-haknya itu," pungkas Muhadjir

Sebagai informasi, berdasarkan data data.go.id yang diolah Visi Teliti Seksama, terdapat 6.008.661 penduduk Indonesia merupakan penyandang disabilitas. Jumlah tersebut merupakan 2,45 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Karena itu, persoalan ketimpangan penyandang disabilitas harus diselesaikan untuk mensukseskan pembangunan manusia Indonesia. (H-3)

Baca Juga

Antara

Bangun Pabrik Bahan Bakar dari Sawit

👤Ant/H-3 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:25 WIB
Saran kebijakan dibuat para peneliti LIPI sebagai bahan pertimbangan pemerintah, yang didasarkan dari bukti-bukti...
AFP

Tata Kelola Pendidikan Pengaruhi Mutu Guru

👤(Bay/H-1) 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:15 WIB
Banyak faktor yang memengaruhi kualitas pendidikan saat ini, antara lain data yang tidak akurat terkait dengan jumlah guru yang...
MI/Denny Susanto

Jembatan Darurat Mataraman Banjar Ditarget Hari Ini Bisa Dilalui

👤Humaniora 🕔Kamis 21 Januari 2021, 09:00 WIB
Pembatasan dilakukan karena jembatan dibangun dalam waktu singkat itu bersifat darurat, sehingga kendaraan yang melewati terutama roda...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya