Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GLAUKOMA masih menjadi salah satu momok penyebab utama kebutaan di seluruh dunia, tertinggi kedua setelah katarak. Nyaris tak memiliki gejala pada tahap awal, glaukoma justru berpotensi memberi dampak yang lebih fatal, yakni kebutaan permanen. Deteksi dini dan penanganan sejak fase awal menjadi faktor kunci untuk mencegah hilangnya penglihatan akibat glaukoma.
"Bersifat kronis dan membutakan, glaukoma merupakan salah satu penyakit di bidang mata yang berdampak sangat besar terhadap kualitas hidup penyandangnya. Sayangnya, di Indonesia permasalahan glaukoma masih memprihatinkan lantaran penderita seringkali baru mencari pengobatan ketika sudah pada stadium lanjut," papar Prof dr Widya Artini Wiyogo SpM (K), Guru Besar Tetap Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dokter Subspesialis Glaukoma, dan Ketua Layanan Glaukoma JEC Eye Hospitals & Clinics, di Jakarta, pekan lalu.
"Penatalaksanaan glaukoma sedini mungkin sangatlah krusial agar progresivitas penyakit ini dapat dikontrol dan kerusakan saraf mata bisa diperlambat sehingga kebutaan pun tercegah,” papar Prof dr Widya Artini Wiyogo SpM (K).
Peningkatan tekanan pada bola mata (intraocular) menjadi faktor risiko utama penyebab glaukoma. Bola mata manusia mengandung cairan (aquos humor) yang berfungsi memberikan nutrisi organ-organ di dalamnya. Cairan ini diproduksi dan dikeluarkan dalam siklus yang seimbang sehingga tekanan intraocular tetap terjaga normal (dengan rentang 10-21 mmHg).
Penderita glaukoma umumnya mengalami ketidakseimbangan daur cairan (terjadi masalah di saluran pengeluaran) yang mengakibatkan naiknya tekanan pada bola mata hingga di atas 21 mmHg
Apabila berlangsung terus menerus, kerusakan saraf mata tidak dapat terhindarkan yang lambat laun menyebabkan penyempitan lapang pandang hingga penderita hanya bisa melihat seolah dari lubang kunci, dan akhirnya buta total tanpa bisa disembuhkan. Mengingat gejalanya baru bisa dikeluhkan ketika glaukoma telah berada pada tahapan lanjut, glaukoma dijuluki sebagai ’si pencuri penglihatan’.
“Pendeteksian seawal mungkin menjadi langkah antisipasi. Terlebih mengingat semua orang (dari segala usia) berisiko terserang glaukoma,” imbuh Prof Widya.
Memeringati World Glaucoma Week pad 8-14 Maret 2020, rumah sakit spesialis mata JEC menghadirkan fasilitas JEC Glaucoma Suite. Yaitu, layanan khusus yang komprehensif bagi pasien glaukoma. Layanan ini telah tersedia di JEC @ Menteng, Jakarta.
Operasi Katarak Gratis
Sementara itu, terkait dengan penanggulangan katarak, JEC menjalankan kegiatan Bakti Katarak berupa pemberian tindakan operasi katarak gratis kepada kalangan yang membutuhkan. Selama 36 tahun kehadirannya, JEC telah secara rutin menjalankan Bakti Katarak dengan keseluruhan tindakan menjangkau lebih dari 3.000 orang dari seluruh Indonesia. (OL-09)
Tim UI menggunakan teknologi *Remotely Operated Vehicle* (ROV) atau drone bawah air untuk memetakan kondisi visual terumbu karang.
Sejak diaktifkan kembali pada 25 Februari 2012, IKA Notariat UI terus bertransformasi menjadi wadah komunikasi dan kontribusi bagi almamater serta masyarakat.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Konferensi ini menekankan pentingnya integrasi pendidikan karakter dan kemajuan sains dalam menghadapi dinamika global serta percepatan transformasi digitaL
Pertambangan berkontribusi sekitar 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mineral dan batubara mencapai Rp140,5 triliun pada 2024.
Kombinasi kunjungan kampus dan industri ini bertujuan agar siswa memiliki bekal etika dasar saat nantinya aktif berorganisasi maupun memasuki dunia kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved