Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
WARTAWAN senior sekaligus salah seorang pendiri harian Sinar Harapan Aristides Katoppo, 81, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Minggu (29/9) sekitar pukul 12.05 WIB.
"Ini kami juga mau melayat tapi belum tahu apa ke rumah sakit atau ke rumah duka," kata Luki Sutrisno, salah seorang rekan almarhum dalam mendaki gunung, saat dihubungi Minggu (29/9) siang.
Semasa hidupnya, selain sebagai wartawan, Tides akrab dengan mahasiswa Universitas Indonesia, khususnya yang tergabung dalam Mapala UI. Dia bahkan menjadi anggota kehormatan mahasiswa pecinta alam tersebut dengan nomor anggota 050. Tides juga merupakan rekan naik gunung almarhum Soe Hok Gie. Tides sekaligus saksi hidup meninggalnya aktivis mahasiswa angkatan 66 tersebut di Gunung Semeru pada Desember 1969.
Menurut Luki, beberapa hari lalu Tides ingin kembali mendaki Semeru untuk memeringati 50 tahun kematian Hok Gie. 'Dia ngotot mau ke sana tapi naik mobil. Entah dia sampai di Ranu Pane atau Ranu Kumbolo. Pokoknya desa terakhir yang bisa dicapai kendaraan. Terus semalam Tides panas dan muntah lalu dibawa ke RS Abdi Waluyo, Jakarta. Pagi dia kritis dan gak lama menghembuskan nafas terakhir," ujar Luki menuturkan cerita rekannya yang sempat berkomunikasi dengan istri almarhum.
Kata Luki, sore ini jenazah Tides akan disemayamkan di RS Gatot Soebroto, Jakarta.
Kepergian Tides juga merupakan kehilangan bagi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) karena dia merupakan salah seorang pendiri organisasi wartawan tersebut.
"Telah berpulang ke rumah Bapa di surga, eks wartawan senior Sinar Harapan/Suara Pembaruan dan pendiri AJI (Aliansi Jurnalis Independen) *Aristides Katoppo*, pada hari Minggu 29 September 2019, sekitar pk 12:05. (Info dr Ign Haryanto). #RIPAristidesKatoppo," tulis Komisaris Utama PT Adhi Karya (Persero), Fadjroel Rachman di akun Twitternya @fadjroeL. (A-2)
UI menegaskan dominasinya di tingkat nasional sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu kekuatan utama di Asia Tenggara dalam QS World University Rankings (WUR) by Subject 2026.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menyatakan bahwa capaian ini merupakan buah dari transformasi pendidikan, riset, dan kolaborasi global yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pemeringkatan ini mengevaluasi institusi berdasarkan tiga kriteria utama: Kedalaman Kurikulum (45%), Kredibilitas Institusi (35%), dan Dukungan Ekosistem (20%).
KEBIJAKAN pembatasan media sosial bagi anak melalui Permen Komdigi Nomor 9 Tahun 2026 dinilai sebagai langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai risiko di ruang digital.
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Ke depan, UI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang semakin baik, andal, dan responsif melalui evaluasi serta penyempurnaan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved