Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Kaesang Pangarep Setahun Percobaan dengan Jokowi

Fathurrozak
22/7/2019 00:40
Kaesang Pangarep Setahun Percobaan dengan Jokowi
Kaesang Pangarep(MI/Susanto)

KAESANG Pangarep, 24, rupanya butuh waktu setahun sebelum meluncurkan bisnis barunya, kopi. Dalam kurun itu, ia langsung mempraktikkan racikan kopinya itu untuk sang ayah, Presiden Joko Widodo.

Bisnis barunya itu dia wujudkan setelah sukses dengan bisnis fesyen Sang Java dan camilan Sang Pisang. Putra bungsu Joko Widodo kini melebarkan sayap bisnisnya di industri kopi, Ternakopi.

Kopi jenis cold brew yang dia pilih itu kini terus bertambah gerainya. Terbaru, ia bekerja sama dengan chef Arnold Poernomo untuk membuka bisnis kuliner Mangkokku sekaligus gerai anyar Ternakopi.

Rupanya Kaesang bukanlah tipe penyuka kopi. Ketertarikannya muncul lantaran ia mendapat kesempatan mengambil sertifikasi barista.

"Karena tahun 2018 saya diberi kesempatan ambil sertifikasi barista. Tapi enggak saya lanjutkan untuk latihannya. Nah, muncul ketertarikannya sama kopi memang dari situ, walau saya susah untuk minum kopi," ungkapnya saat peluncuran Mangkokku dan Ternakopi di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu, (20/7).

Oleh sebab itu, ia pun menjajal keahliannya meramu kopi untuk langsung dinilai ayahnya selama setahun.

"Saya selama setahun sebelum buka Ternakopi, Bapak yang nyobain. Dia suka yang varian gula jawa. Dalam setahun itu, misal, saya lagi libur kuliah, dan pulang ke Indonesia selama sebulan, ya buatin kopi buat bapak setiap hari. Pagi dan malam. Karena beberapa kali dikritik juga soal rasa, makanya saya butuh setahun. Bapak sih hanya coba yang original dan gula jawa. Dulu awal-awal ya bikin juga yang ala v60, tapi kemudian lebih fokus ke cold brew," kisahnya.

Kaesang yang kini masih kuliah semester delapan di Singapura ini mengaku menggunakan biji kopi dari salah satu daerah di Jawa Tengah. Ke depannya, ia ingin menggunakan kopi asal Aceh dan salah satu pulau di Indonesia bagian timur.

Bisnisnya pada dunia kopi selain berdasar pada ketertarikan saat latihan menjadi barista, juga melihat tren. Ia menyebut, setiap lini bisnis yang dibangunnya selain karena tren, juga berangkat dari kesukaannya pada sesuatu.

"Berangkat dari yang saya sukai, kalau ternyata memang bisa dibisniskan, ya dicoba. Jadi, gabungan antara yang saya sukai dan tren," ujarnya.

 

Hadapi dengan santai

Di media sosial, Kaesang kerap berinteraksi dengan warganet. Terlebih dengan orang-orang yang kerap menggunakan kata kurang santun untuk keluarganya. Namun, rupanya ia tak ambil pusing dengan hal itu. Bahkan, ia kerap mempromosikan jualannya.

"Kebetulan ada yang ngomong enggak enak, saya paling enggak suka kalau malah komentar balik dengan melawan. Jadi, sambil jualan saja, kalau laris ya saya senang, bisa dinikmati," kelakarnya.

Ia menambahkan, "Kita sebagai pribadi slow aja, kalau ditambah ngegas malah sama-sama ngegas."

Kaesang yang berkuliah di prodi bisnis ini memang berniat menjadi pebisnis. Salah satu yang diyakininya ialah mencoba terlebih dahulu meski gagal.

"Kalau saya moto hidupnya 'coba dulu'. Sering gagal juga dalam percobaan itu. Kalau enggak gagal, ya enggak bakal tahu. Kalau gagal, ya coba lagi. Karena memang dari awal saya inginnya jadi pebisnis." (H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya