Rabu 01 April 2015, 00:00 WIB

Jangan Sepelekan Gigi Ngilu

Tri Marliani/H-1 | Humaniora
Jangan Sepelekan Gigi Ngilu

ANTARA/Jafkhairi

 
RASA nyeri dan ngilu yang timbul pada gigi ketika sedang mengonsumsi makanan dan minuman panas, dingin, asam, atau manis merupakan masalah yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia di usia produktif.

Survei yang dilakukan IPSOS Tracking Study pada 2013 menunjukkan jumlah penderita gigi sensitif di Indonesia mencapai 43%.

"Berdasarkan data tersebut, artinya satu dari dua orang di Indonesia masih belum bisa menikmati makanan dan minuman karena rasa ngilu di gigi. Di sini kami juga melihat bahwa gigi ngilu dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas hidup," ujar Danny Hadhyan selaku Marketing Director GlaxoSmithKline (GSK) ketika ditemui seusai acara talkshow Teknologi Novamin di Thamrin, Jakarta, kemarin.

Gigi sensitif terjadi karena adanya penipisan pada lapisan email (lapisan luar gigi) sehingga lapisan tengah gigi (dentin) menjadi terbuka.

Dentin memiliki banyak pori dengan jutaan saluran kecil berisi cairan yang mengarah pada saraf bagian tengah.

"Apabila dentin yang terbuka dan terkena rangsangan dari makanan atau minuman yang dingin, panas, manis, ataupun asam dapat menyebabkan cairan itu untuk bergerak. Gerakan cairan inilah yang menyebabkan ujung saraf bereaksi sehingga menimbulkan rasa ngilu yang pendek dan tajam," ungkap Laura Zaizavonna selaku GSK Oral Care Expert Marketing Consultant.

Meski rasa ngilu terasa mengganggu, kesadaran masyarakat untuk mengobati masalah gigi sensitif terbilang masih rendah.

Rasa ngilu akibat permasalahan gigi sensitif yang sering kali datang dan pergi cenderung disepelekan.

"Jika terus-menerus disepelekan, lambat laun akan terjadi peradangan jaringan pulpa yang ada di dalam gigi sehingga penderita akan mengalami sakit yang berkepanjangan dan bisa berpengaruh terhadap kesehatan gigi secara keseluruhan," terang Laura.

Untuk menangani masalah gigi sensitif, Laura mengatakan ada enam cara yang dapat dilakukan.

Yakni, menyikat gigi dua kali sehari, menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, tidak melakukan penyikatan gigi dengan tekanan yang berlebihan, menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, hindari kebiasaan menggertak-gertak gigi, dan periksa kondisi gigi ke dokter gigi secara rutin.

"Dengan begitu, gigi jadi terawat dan terbebas dari gigi ngilu akibat gigi sensitif. Selain itu, kita semua dapat menikmati momen makan dan minum dengan menyenangkan sekaligus menikmati momen bersosialisasi saat makan bersama," pungkasnya.

Baca Juga

DOK Kemenkominfo.

Kemenkominfo Targetkan 5,5 Juta Masyarakat Peroleh Literasi Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:29 WIB
Mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APGI) pada 2022, lebih dari 210 juta penduduk Indonesia atau 77,02% dari total...
Antara

Update 29 Juni: 64 Ribu Orang Terima Vaksin Dosis Kedua

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Rabu 29 Juni 2022, 22:47 WIB
Total sebanyak 14.554.522 lansia telah menerima vaksin dosis lengkap per Rabu...
ANTARA

Pemerintah Evaluasi Rutin Perkembangan Wabah PMK

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 29 Juni 2022, 22:35 WIB
Saat ini penyakit PMK selain menjangkiti hewan sapi, juga sudah menjangkiti kerbau, kambing, domba, dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya