Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PEMERINTAH Indonesia akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Global Health Security Agenda ke-5 yang berlangsung pada 6-8 November 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center 2 (BNDCC 2), Bali.
Pertemuan itu merupakan pertemuan tahunan dan tertinggi dalam forum GHSA dengan tujuan untuk meningkatkan komitmen negara dalam pencapaian ketahanan kesehatan global, regional, dan nasional, sekaligus sebagai upaya berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam upaya mencegah, mendeteksi, dan merespons cepat berbagai penyakit menular berpotensi wabah.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan pertemuan itu diharapkan dapat mendorong penguatan ketahanan kesehatan nasional dan meningkatkan kerja sama lintas sektor dalam menanggulangi ancaman kesehatan global dan nasional.
Baca juga: Konsep Cerdik Cegah Serangan Jantung
"Pada pertemuan ini akan dibahas penyelesaian Rencana Aksi Nasional Keamanan Kesehatan Global dan penguatan kelembagaan di Pusat dan Daerah," ujar Anung melalui siaran pers, Senin (5/11).
Ia mengatakan, hingga saat ini, Instruksi Presiden tentang Peningkatan Kemampuan dalam Mencegah, Mendeteksi, dan Merespons Wabah Penyakit, Pandemi Global dan Kedaruratan Nuklir, Biologi, dan Kimia belum diselesaikan. Prosesnya, terang Anung, masih di Kantor Kepresidenan.
Ia mengatakan akan ada 500-750 peserta yang hadir, terdiri dari Menteri dan pejabat tingkat tinggi dari negara-negara anggota dan observer GHSA, organisasi internasional, sektor swasta, dan komunitas masyarakat.
Nantinya, ujar Anung, komitmen dari negara peserta, dalam mengatasi ancaman keamanan kesehatan global akan membuat agenda kerja yang disebut 2024 Framework dan komitmen itu akan disahkan dalam Deklarasi Bali. (OL-2)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved