Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
IBU menyusui harus memerhatikan penyimpanan ASI agar kualitasnya tetap baik. dr. Ariani Dewi Widodo SpA (K) dari Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita memberikan beberapa kiat penyimpanan yang benar.
Pertama, ASI dapat bertahan selama enam hingga delapan jam apabila tidak disimpan dalam lemari pendingin (kulkas). Saat disimpan dalam kulkas (chiller) tetapi bukan di freezer, maka masa tahannya bertambah hingga dua hari.
"Kalau di freezer untuk kulkas satu pintu bisa bertahan hingga dua minggu. Sedangkan jika disimpan di freezer khusus, ASI dapat bertahan hingga dua bulan," kata dr. Ariani pada acara jumpa media seputar tantangan ASI ekslusif, laktasi, dan peluncuran Anmum MumtoMum di Jakarta, Rabu (1/8).
Selain penyimpanan, dr. Ariani juga mengatakan ASI tidak boleh dipanaskan. Saat akan diberikan, ASI yang berasal dari freezer terlebih dahulu dipindahkan ke chiller, setelah itu ASI dihangatkan dengan air suhu suam-suam kuku bukan dipanaskan secara langsung.
"Memanaskan dengan cepat menyebabkan kerusakan protein pada ASI," imbuhnya.
Penyimpanan ASI umumnya dilakukan oleh ibu bekerja, lantaran tak bisa menyusui secara langsung selama waktu bekerja. Namun, ketika pulang, sebaiknya bayi disusui langsung oleh ibu. Tujuannya agar bonding (ikatan) antara ibu dan bayi semakin baik.
"Pada saat menyusui langsung badan ibu akan mengeluarkan hormon untuk memproduksi ASI lebih banyak. Menyusui secara langsung, merupakan upaya mempertahankan produksi ASI."(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved