Headline

Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.

Neuropati, Gangguan Saraf Yang Kerap Disepelekan

Putri Anisa Yuliani
31/7/2018 12:48
Neuropati, Gangguan Saraf Yang Kerap Disepelekan
Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat Manfaluthy Hakim(MI/Putri Anisa Yuliani)

RASA kesemutan disertai kebas pada bagian tubuh tertentu, umumnya menyerang ujung jari, tangan, dan kaki, kerap disepelekan. Padahal itu merupakan gejala awal neuropati.

Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi) Pusat Manfaluthy Hakim mengatakan neuropati yang merupakan gangguan saraf kerap disepelekan oleh penderirtanya. Jika dibiarkan, gejala awal ini akan berlanjut menjadi lebih parah, dan bisa memengaruhi kualitas hidup.

"Gejala ini munculnya awal cuma sepuluh detik, lalu pelan-pelan menjadi tidak hilang dalam waktu lama. Tapi kerap kali gejala ini tidak diperhatikan," kata Hakim dalam diskusi Kenali Gejala dan Dampak Fatal Neuropati di Conclave Coworking Space, Jakarta Selatan, Selasa (31/7).

Gejala berlanjut dari neuropati adalah kebas yang sangat parah hingga tidak bisa merasakan adanya rasa sakit.

Hal ini akan membuat penderita neuropati terancam bahaya serta terjangkit berbagai macam komplikasi penyakit, karena tidak bisa merasakan adanya rasa sakit.

"Misal dia tertusuk paku, lalu tidak merasa sakit. Hanya diobati sekadarnya. Ujungnya nanti lukanya membusuk lalu mengundang bakteri, infeksi dan lainnya," ujarnya.

Jika sudah berlanjut hingga tahap akut akibat saraf rusak parah, neuropati tidak bisa disembuhkan.

"Saraf merupakan bagian tubuh yang paling lama beregenerasi. Dalam kehidupan normal, saraf hanya beregenerasi 1 mm per hari. Jikapun beregenerasi, saraf tidak akan bisa kembali utuh seperti saat sehat," imbuh Hakim.

Untuk itu, penderita neuropati hanya bisa mengonsumsi obat atau vitamin untuk mengurangi gejalanya sehingga bisa memperbaiki kualitas hidup.

Sementara itu, bagi orang yang masih sehat dan baru terkena gejala awal neuropati bisa mengubah gaya hidup dengan mengonsumsi vitamin neurotropik, rutin berolahraga serta menyelingi aktivitas rutin dengan olahraga ringan.

"Karena aktivitas berulang dalam jangka waktu lama adalah salah satu pemicu neuropati," pungkasnya.(OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya