Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
SEBAGAI upaya membangkitkan semangat berkesenian lokal, Mahasiswa UGM Yogyakarta yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Palon, Kabupaten Blora, Jawa Tengah bekerja sama dengan Karang Taruna desa setempat mementaskan drama kepahlawanan berjudul Geger Samin pada puncak tradisi Sedekah Bumi.
"Ke depannya semoga acara ini dapat menjadi pemantik hidupnya kembali minat pemuda akan kesenian lokal," kata sutradara drama Geger Samin yang juga salah seorang mahasiswa KKN UGM di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Eka Rahayu, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Magelang, Sabtu (28/7).
Lakon Geger Samin dipentaskan pada Jumat (27/7) hingga menjelang tengah malam itu, berkisah tentang kepahlawanan sosok Samin Surosentiko dengan ajarannya yang menyebar di masyarakat Blora dan sekitarnya serta mendorong masyarakat melakukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda.
"Ketokohan Samin Surosentiko memberikan semangat kepada masyarakat untuk melawan penjajahan pada masa lampau," ujarnya.
Hadir pada puncak Sedekah Bumi yang menjadi tradisi masyarakat Desa Palon itu, antara lain Wakil Bupati Blora Arief Rohman dan Camat Jepon Free Bayu Alamanda.
Ia menyebut masyarakat dengan antusias berkerumum di sekitar panggung pertunjukkan. Mereka menyimak pementasan drama Geger Samin yang digarap dalam nuansa Jawa itu.
"Terlebih lakon ini dekat dengan mereka. Kisah kepahlawanan Samin Surosentiko hingga saat ini masih dikenal di kalangan warga di sini," imbuh Eka.
Pementasan drama Geger Samin digarap bersama antara mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat UGM Yogyakarta 2018 dengan Pemuda Karang Taruna Cakra Bina Muda Desa Palon sehingga memberi warna berbeda dalam pelaksanaan tradisi masyarakat setempat berupa Sedekah Bumi Desa Palon tahun ini.
"Pemainnya para pemuda Karang Taruna dan mahasiswa KKN," kata dia.
Pembukaan acara puncak Sedekah Bumi dikemas dalam nuansa budaya Jawa dan ditutup dengan menyanyikan lagu Gebyar-Gebyar milik Gombloh oleh para hadirin.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved