Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Masyarakat Harus Adaptif Hadapi Perubahan Iklim

Dhika Kusuma Winata
27/7/2018 19:02
Masyarakat Harus Adaptif Hadapi Perubahan Iklim
(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

CUACA ekstrem yang terjadi beberapa waktu belakangan ini disebut sebagai dampak kondisi iklim global. Perubahan iklim mempengaruhi terjadinya cuaca ekstrem. Namun, pengetahuan masyarakat akan perubahan iklim masih minim.

Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sri Tantri Arundhati mengatakan kesadaran masyarakat mengenai perubahan iklim masih rendah. Padahal, pengetahuan akan dampak perubahan iklim penting agar masyarakat bisa beradaptasi dan melakukan mitigasi mulai dari hal sederhana.

"Mitigasi bisa dilakukan misalnya dengan pengolahan sampah, pengolahan kotoran ternak, penggunaan sel surya untuk energi listrik. Kapasitas masyarakat untuk beradaptasi dengan adanya perubahan iklim amat penting untuk adaptif," ujarnya kepada Media Indonesia, Jumat (27/7).

Menurutnya, penguatan aksi lokal di tingkat akar rumput penting untuk membangun kesadartahuan masyarakat mengenai dampak perubahan iklim dan upaya mitigasinya. Karena itu, pihaknya menjalankan Program Kampung lklim (ProkIim) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.

Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan menuturkan terjadi fenomena langka beberapa waktu terakhir. Antara lain siklon Cempaka dan siklon Dahlia yang terjadi November tahun lalu.

Yang teranyar ialah kejadian suhu udara dingin yang dirasakan di beberapa daerah seperti Bandung, Sukabumi, Malang, Dieng, dan Jakarta saat musim kemarau Juli ini.

"Kejadian-kejadian ekstrem saat ini ada kaitannya atau sebagai dampak perubahan iklim. Indikasinya, frekuensi kejadian semakin sering dan intensitas semakin tinggi," kata Dodo.

Di belahan negara lain hal tersebut juga terjadi. Di satu daerah dekat Tokyo, Jepang, suhu tertinggi tercatat hingga 41 derajat celcius. Di sebagian negara Eropa, suhu mencapai 30 derajat celcius. Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan kondisi tersebut tak lazim dan ada kaitannya dengan perubahan iklim.

"Gejala tersebut global termasuk yang terjadi di Indonesia. Siklon tropis Cempaka dan Dahlia adalah contoh ekstrem siklon yang masuk wilayah Indonesia yang selama ini jarang terjadi," terang Dodo.

Gejala ekstrem tersebut, lanjut Dodo, juga teramati pada suhu dingin saat kemarau yang sempat diperpincangkan masyarakat awal bulan ini.

"Fenomena tersebut juga langka. Langit bisa terlihat bersih dari awan yang justru menyebabkan radiasi balik dari bumi ke angkasa yang bebas tanpa terhalang awan. Akibatnya menjadi sangat dingin," pungkasnya.(OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya