Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
DAMPAK perubahan iklim semakin terasa. Tidak hanya di Indonesia, negara lain juga mengalami perubahan cuaca yang terbilang ekstrem. Misalnya, Jepang yang sedang mengalami gelombang panas, dan Yunani mengalami kebakaran hutan dan permukiman ekstrem karena angin yang berhembus sangat kencang.
Di Indonesia, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi terus terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi itu diprediksi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.
“Kalau di Indonesia, khususnya tahun ini, suhu muka lautnya lebih tinggi dari biasanya. Itu bahkan sekarang sudah menjadi kenormalan di Indonesia. Hanya El Nino yang bisa menurunkan suhu muka laut di Indonesia,” ujar anggota Dewan Panel Ahli Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), Professor Edvin Aldrian, Kamis (26/7).
Di Indonesia, perubahan suhu lebih tinggi dari yang terjadi secara global. Bila rata-rata peningkatan suhu dunia tahun ini ialah 1,2 derajat celcius, di Indonesia peningkatan yang terjadi mencapai angka 1,7 derajat celcius.
“Itu dampaknya yang orang-orang tidak banyak tahu salah satunya Jakarta jadi lebih sering hujan di pagi hari. Itu tidak terjadi pada sekitar 30 tahun lalu. Kemudian di sekitar puncak, embun sudah mulai hilang,” tuturnya.
Pergesaran jadwal musim juga menjadi satu imbas dari perubahan iklim yang paling terlihat. Saat ini, datangnya hujan dan gelombang tinggi sudah tidak lagi sesuai dengan jadwal cuaca bulanan.
“Sekarang itu yang terjadi. Untuk tahun ini kemaraunya jadi terlambat,” kata dia.
Perubahan iklim juga tidak hanya memengaruhi cuaca, tetapi juga berbagai sektor lain seperti pertanian, pertambangan, kondisi sumber daya alam, hingga pembangunan. Cuaca yang tidak stabil dan ekstrem dapat menghambat laju pembangunan dan memengaruhi hasil bumi secara umum.
“Pembangunan itu kan mempertimbangkan cuaca, kalau sekarang jadi sulit. Itu membuat banyak hal terganggu jadinya, bukan hanya dari segi alam seperti cuaca,” pungkasnya.(OL-6)
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved