Headline

BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia

1980: Andrei Sakharov Ditangkap

22/1/2018 05:15
1980:  Andrei Sakharov Ditangkap
(NOBELPRIZE.ORG)

ANDREI Sakharov, ilmuwan nuklir Soviet, ditangkap pemerintah Kremlin karena protes kerasnya atas invasi tentara merah Uni Soviet ke Afghanistan.

Pada 1948 setelah menyelesaikan masa belajarnya di Jurusan Fisika Universitas Moskow, Sakharov direkrut Badan Nuklir Uni Soviet untuk d2ilibatkan dalam proyek pembuatan bom hidrogen. Sakharov merupakan tokoh utama di balik kesuksesan tim Uni Soviet dalam merakit bom hidrogen pertama di dunia yang dibuat pada 22 November 1955.

Pada 1957 ia mulai tertarik kepada masalah-masalah yang terkait dengan dampak negatif proyek-proyek senjata nuklir terhadap lingkungan dan keamanan dunia. Akan tetapi, berbagai kritiknya terhadap masalah dampak proyek nuklir itu masih disebut sangat lunak.

Barulah pada 1969 ia menulis sebuah esai di surat kabar New York Times. Pada esainya itu, ia menyerukan demokrasi, pluralisme, dan pembebasan masyarakat Soviet dari intoleransi dan dogmatisme. Ia juga menyerukan kepada masyarakat dunia agar peduli dengan masa depan. Pada 1975 Sakharov mendapatkan Nobel Bidang Perdamaian. Ia menjadi orang pertama Soviet yang memperoleh penghargaan itu. Akhirnya, menyusul kritiknya yang sangat keras atas aksi invasi Soviet ke Afghanistan, Sakharov ditangkap dan diasingkan ke Gorky. Di tempat pengasingannya itu, Sakharov menjalani hari-hari dengan sangat berat.

Pada 1986 saat pemimpin reformis Soviet Mikhail Gorbachev berkuasa, Sakharov dibebaskan dan diperbolehkan kembali ke Moskow.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya