Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap jaringan toko kelontong SRC yang memiliki 250.000 outlet di seluruh Indonesia turut menjadi penyalur beras dari program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
Hal itu disampaikan Airlangga dalam acara Pesta Rakyat untuk Indonesia 2025 yang diselenggarakan PT HM Sampoerna di Gedung Smesco, Jakarta, Jumat (22/8). SRC atau Sampoerna Retail Community sendiri merupakan program pemberdayaan UMKM oleh PT HM Sampoerna Tbk.
“SRC dengan outlet yang 250.000 diharapkan bisa menyalurkan SPHP sehingga masyarakat di sekitar SRC bisa menikmati beras dengan harga terjangkau. Ini pengusaha SRC sanggup tidak?” ujar Airlangga yang disambut antusias ratusan pengusaha SRC yang hadir.
Selain beras SPHP, kata Airlangga, SRC juga bisa menjadi distributor gas tipe Bright Gas. Pada kesempatan itu, Menko Perekonomian turut menyaksikan MoU antara SRC dengan beberapa BUMN, antara lain BRI, Telkomsel, Pos Indonesia, dan Pertamina Patra Niaga, termasuk Bulog.
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi menyatakan antusiasmenya atas kerja sama yang dilakukan dengan beberapa BUMN. “Kerja sama dengan Bulog untuk memperkuat Rumah Pangan Kita (RPK), kemudian dengan Telkomsel bisa memperkuat digitalisasi, dengan BRI memperkuat akses dan inklusi keuangan, dengan PT Pos terkait logistik,” kata Ivan.
“Ini adalah wujud nyata Indonesia Incorporated di mana antara pemerintah, swasta, dan BUMN serta pelaku UMKM semua bisa bergandengan tangan untuk menuju ketahanan ekonomi yang lebih luar biasa,” pungkasnya. (E-2)
Airlangga juga mengatakan dalam waktu dekat akan kembali mengirim tim ke Washington DC untuk melanjuti pembahasan terkait tarif dagang kedua negara.
Presiden Prabowo Subianto mendorong peningkatan dalam inklusi dan literasi keuangan nasional, termasuk pembentukan dewan baru yang fokus pada kesejahteraan keuangan.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat hingga lebih 50 juta orang atau melebihi pengguna kartu kredit
Pembahasan masih dalam tahap negosiasi bilateral sehingga belum ada kesepakatan final mengenai komoditas apa saja dari Indonesia yang akan dikenakan tarif tambahan tersebut.
Pemerintah juga memperhatikan pola belanja kementerian dan lembaga sebagai langkah menjaga laju pertumbuhan ekonomi.
Saat ini, Indonesia harus mampu mengarahkan perekonomian nasional untuk terus bangkit dan harus mampu bersaing dengan perekonomian global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved